Konten dari Pengguna

Mengenal Lebih Dalam Tahapan Naik Tekstur MPASI

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal Lebih Dalam Tahapan Naik Tekstur MPASI
zoom-in-whitePerbesar

Selain bingung menyiapkan jenis makanan untuk bayi, banyak Moms yang juga pasti bingung kapan dan bagaimana bayi bisa naik tekstur?

Makanan puree atau saring halus sebaiknya hanya diberikan di usia 6-7 bulan ya. Jangan lupa untuk perhatikan kemampuan mengunyah si Kecil (biasanya bayi sudah bisa buka mulut dan makanan tidak dilepeh).

Penting sekali memberikan makanan bertekstur karena walaupun belum tumbuh gigi, bayi sudah bisa latihan mengunyah dengan menggerakkan rahang dan lidah. Walaupun terlihat sederhana, tetapi keterampilan gerak di sekitar mulut saat mengunyah juga berperan penting dalam proses belajar bicara bayi.

Keuntungan lain dari pemberian bubur beras tanpa disaring adalah bayi bisa memperoleh sejumlah kandungan nutrisi yang ada di kulit beras. Naik tekstur sebaiknya diberikan secara bertahap.

Tahapan Naik Tekstur MPASI si Kecil

<ul>

  • Usia 6 bulan awal: all puree atau saring halus, yoghurt consistency.

  • Usia 6 bulan akhir: saring kental (air di bubur atau saringan awal tidak diambil karena terlalu cair).

  • Usia 7 bulan awal: 20%-50% non saring. Sisanya disaring atau diblender.

  • Usia 7 bulan akhir: 50%-80% non saring. Sisanya disaring atau diblender.

Tekstur kasar: untuk lebih mudah dan aman, beras, daging (giling/parut), sayur diparut (wortel, labu, dan yang lainnya) dimasak dengan menggunakan slowcooker malam sebelumnya. Jadi paginya sudah benar-benar lembut dan siap dimakan.

Tekstur halus: sayuran dikukus dan blender sebelum diberikan ke bayi.

Cara pemberiannya sebaiknya tidak dicampur tetapi diberikan secara bergantian (selang seling halus kasar). Dengan begitu akan mempermudah kita untuk notice kemampuan mengunyah bayi dan bayi juga bisa belajar mengenal tekstur dan rasa.

Jangan lupa selalu menyediakan air putih, juice atau kuah ya Moms sebagai ‘pendorong makanan’.

Semoga bermanfaat.

By: Meylis Yapin

Copyright by Babyologist