Mengenal Puncak Kesuburan Wanita

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puncak kesuburan (peak fertility) adalah periode dalam siklus menstruasi wanita di mana siklus dianggap paling subur. Istilah ini biasanya merujuk pada hari tertentu dalam siklus wanita ketika ovulasi terjadi. Periode ini juga merupakan waktu yang paling berpotensi untuk hamil.
Jika seorang wanita ingin hamil, maka melihat periode paling subur dalam siklusnya dapat meningkatkan peluang untuk hamil. Puncak kesuburan yang disebut hari puncak (peak day) biasanya terjadi selama 6 hari dalam setiap siklus ovulasi.
Perubahan hormon pada hari-hari menjelang ovulasi mempersiapkan tubuh wanita untuk potensi kehamilan. Estrogen menyebabkan lapisan uterus menebal dan lonjakan hormon luteinizing (LH) menyebabkan sel telur matang dilepaskan dari ovarium. Pelepasan sel telur matang dikenal sebagai ovulasi, biasanya terjadi 12-14 hari sebelum periode menstruasi wanita berikutnya.
Setelah sel telur dilepaskan, wanita hanya bisa dibuahi dalam 24 jam ke depan. Periode waktu ini dikenal sebagai puncak kesuburan atau hari puncak. Jika sel telur tidak dibuahi pada saat ini, maka tubuh akan melepaskan lapisan rahim dan sel telur selama periode menstruasi.
Meskipun sel telur hanya dapat dibuahi dalam periode 12-24 jam setelah ovulasi, seorang wanita juga bisa hamil kalau melakukan hubungan intim di hari-hari menjelang ovulasi. Hal ini bisa terjadi lantaran sperma dapat bertahan hidup dalam tubuh wanita hingga 5 hari. Karena itu, jika dia melakukan hubungan seks sebelum sel telurnya dilepaskan, sperma masih bisa ada di tubuhnya pada saat ovulasi.
Moms dapat melacak siklusnya untuk menentukan kapan puncak kesuburan akan terjadi sehingga Moms dapat menentukan kapan Moms paling mungkin untuk hamil.
