Mengenal Subfertilitas

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Subfertilitas
Subfertilitas adalah kondisi di mana seorang individu atau pasangan suami istri tidak mandul, tetapi juga tidak secara prima siap untuk hamil/memiliki keturunan. Subfertilitas, sebagaimana berlawanan dengan infertilitas, berarti masih ada peluang untuk hamil tanpa intervensi medis. Akan tetapi, peluang seseorang untuk hamil dengan keadaan subfertil secara statistik lebih rendah dari rata-rata.
Pasangan suami istri atau individu yang didiagnosis menderita subfertilitas mungkin pada akhirnya bisa hamil/memiliki keturunan sendiri, sementara beberapa lainnya harus hamil melalui berbagai tingkat intervensi.
Kasus subfertilitas paling umum terjadi ketika kelainan tersebut tidak dapat diperbaiki atau tidak dapat diobati. Pada dasarnya, penyebab subfertilitas sama dengan penyebab infertilitas. Faktor-faktor seperti usia, berat badan, dan gaya hidup seperti stres, merokok, dan minum minuman beralkohol adalah faktor prediktif dari subfertilitas.
Selain itu, kelainan biologis tertentu, termasuk gangguan ovulasi, kerusakan tuba fallopi, disfungsi sperma, atau penyakit seperti endometriosis atau pertumbuhan fibroid dapat menyebabkan subfertilitas.
Moms & Dads harus menjalani pemeriksaan kesuburan standar untuk mendiagnosis keberadaan dan penyebab subfertilitas.
Seorang pria dikategorikan sebagai subfertil jika sperma yang dihasilkannya kurang dari 20 juta sperma per mL, di mana jumlah sperma kurang dari 5 juta sperma per mL dianggap tidak subur.
Jika Moms & Dads didiagnosis subfertil, dokter akan memberikan perawatan kesuburan. Sebagian besar wanita yang didiagnosis dengan subfertilitas pada akhirnya akan mengandung dan menjalani kehamilan yang sehat.
Di samping itu, Moms & Dads dapat mempertimbangkan untuk terus mencoba sendiri tanpa perawatan kesuburan apabila:
- Moms berusia kurang dari 35 tahun.
- Moms & Dads sedang mencoba memiliki keturunan dengan usaha sendiri kurang dari dua tahun.
- Moms & Dads sudah menjalani tes kesuburan dasar (tes darah, analisis semen, USG transvaginal, dan HSG untuk mengevaluasi tuba falopi dan uterus) dan hasil semuanya normal.
Namun, jika Moms berusia lebih dari 35 tahun, sangat direkomendasikan untuk memulai perawatan secepat mungkin. Kesuburan akan menurun drastis setelah usia lebih dari 35 tahun.
