Mengenali Gejala Infeksi Primer dan Berulang Herpes Kulit

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Herpes adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Virus tersebut menyerang daerah anus, alat kelamin luar, permukaan mukosa, dan kulit di bagian lain tubuh. Herpes adalah kondisi jangka panjang. Namun, banyak orang tidak pernah memiliki gejala walaupun mereka membawa virus tersebut.
Kebanyakan orang tidak mengalami gejala herpes kulit selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah terinfeksi. Penderita yang memiliki gejala selama periode awal biasanya akan mengetahuinya sekitar empat hari setelah paparan, dengan kisaran rata-rata 2-12 hari.
Risiko herpes kulit meningkat apabila:
- Pernah menderita cacar air
- Berusia 50 tahun atau lebih
- Sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi atau terapi radiasi
- Mengonsumsi obat tertentu yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, contohnya obat antiradang golongan kortikosteroid
- Menderita penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, contohnya kanker, HIV/AIDS
Banyak penderita herpes kulit menderita herpes berulang. Ketika seseorang pertama kali terinfeksi virus herpes kulit, kekambuhan cenderung lebih sering terjadi. Namun, seiring waktu, periode remisi semakin lama, dan setiap kejadian cenderung menjadi kurang parah daripada sebelumnya.
Gejala infeksi primer herpes kulit
Infeksi primer merupakan istilah yang digunakan untuk wabah herpes genital yang terjadi ketika seseorang pertama kali terinfeksi. Gejala-gejalanya bisa sangat parah dan mungkin termasuk:
- Lecet dan borok pada alat kelamin luar, di vagina, atau di leher rahim
- Keputihan
- Rasa sakit dan gatal
- Kelenjar getah bening yang lunak dan membesar
- Rasa sakit saat buang air kecil
- Demam
- Malaise (merasa tidak enak badan)
- Luka dingin di sekitar mulut
- Lepuh merah pada kulit
Dalam kebanyakan kasus, borok akan sembuh dan penderita tidak akan memiliki bekas luka yang abadi.
Gejala infeksi berulang herpes kulit
Gejala yang terjadi pada infeksi berulang cenderung kurang parah dan tidak bertahan selama mereka pada tahap infeksi primer. Biasanya, gejala akan berlangsung tidak lebih dari 10 hari dan termasuk :
- Perasaan terbakar atau kesemutan di sekitar alat kelamin sebelum lepuh muncul
- Penderita berjenis kelamin wanita mungkin memiliki lepuh dan borok di leher rahim
- Luka dingin di sekitar mulut
- Lepuh merah
Lambat laun, kambuh akan terjadi lebih jarang dan jauh lebih parah.
Herpes kulit biasanya diobati dengan obat antivirus. Beberapa obat lain yang dikonsumsi untuk mengurangi rasa tidak nyaman di antaranya adalah obat anti-radang, obat analgesik, antihistamin, dan antikonvulsan. Sedangkan perawatan di rumah yang bisa dijalankan di antaranya mandi air dingin yang dicampur cairan antiseptik, kompres dingin di daerah ruam, lalu mengoleskan losion kalamin.
Jangan mengeringkan tubuh dengan menggesek-gesek kulit dengan menggunakan handuk. Sebaliknya, cukup tepuk-tepuk ringan bagian tubuh yang basah dengan menggunakan handuk lembut. Jangan menggaruk ruam atau memecahkan lenting. Perbanyak istirahat untuk mengembalikan energi tubuh.
