Konten dari Pengguna

Menghadapi Long Distance Marriage (LDM) Dengan Batita dan Kehamilan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

LDR (Long Distance Relationship) sudah sering kita dengar, ketika jaman pacaran dengan si dia yang nun jauh di sana. Saya sendiri agak pesimis Mom untuk menjalani kisah cinta LDR itu. Beruntungnya saya belum pernah mengalami yang namanya LDR, tapi malah saya mengalami LDM (Long Distance Marriage).

Kali ini saya mau berbagi cerita dan pengalaman ketika harus menjalani LDM dengan suami. Sedih sekali ketika tau harus menjalani LDM saat usia si kakak masih 2 tahun lebih dan si adik yang masih di dalam perut. Waktu itu usia kehamilan saya sudah 7 bulan, sedang hamil besar dan sangat butuh kehadiran fisik suami.

Awalnya, saya tidak setuju apabila suami harus kerja di luar kota dan hanya pulang 2-3 minggu sekali, begitupun orang tua saya yang sempat kecewa dan khawatir dengan keadaan saya. Suami juga berat untuk meninggalkan saya dan anak, tapi demi perbaikan ekonomi keluarga akhirnya suami memutuskan mengambil tawaran tersebut.

Hari-hari pertama terasa berat sekali saya jalani tanpa ada kehadiran fisik suami. Sampai akhirnya beberapa minggu berselang saya mulai terbiasa. Perlu diingat saat menjalani LDM, beberapa hal harus disepakati dari awal. Seperti quality time suami dengan saya dan anak-anak. Ketika sedang pulang, suamiku selalu menyempatkan waktunya untuk bonding time dengan anak pertamaku dengan cara menemaninya main, makan, membacakan cerita saat mau tidur, dll. Begitupun untuk calon anak kedua kami, saya meminta agar suami mengajak ngobrol baby di perut supaya terbiasa dengan suara papanya.

Tiba saatnya lahiran anak kedua berdekatan dengan cuti bersama lebaran tahun 2018. Beruntungnya saya sehingga di minggu awal pasca melahirkan, suami masih bisa standby hadir dan membantu semua yang saya butuhkan. Support suami sangat penting loh, Mom. Salah satunya untuk menghindari PPD (Post Partum Depression) dan syndrom Baby Blues.Jadi, jangan segan untuk bilang ke suami apa yang kita mau dan perlukan ya, Mom. 

Saya menjalani LDM hanya setahun dan mungkin banyak mommy di luar sana yang punya pengalaman LDM lebih lama. Stay strong mommies! Remember that behind every great man there's a great woman :)