Menghentikan Kebiasaan Anak Memukul Kepala Sendiri

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah Moms melihat anak yang suka memukul kepalanya sendiri ketika sedang tantrum? Bahkan tidak sedikit juga yang membenturkan kepalanya ke lantai, mencakar anggota tubuhnya, bahkan menjambak rambutnya sendiri. Mungkin sebagian orang menganggap ini sebuah keanehan dan sangat berbahaya.
Namun beberapa ahli mengatakan bahwa sikap ini termasuk wajar dialami anak-anak, di mana mereka masih bingung bagaimana cara meluapkan emosinya secara verbal, ditambah juga karena keterbatasan kosa-kata.
Tapi jangan khawatir, Moms. Kebiasaan ini tidak akan berlangsung lama apabila Moms tahu bagaimana cara mengatasinya. Berikut ini akan saya ulas tips bagaimana menghentikan kebiasaan tersebut:
Berilah ia pelukanKetika anak sudah mulai tantrum dan menyakiti dirinya sendiri, Moms bisa langsung memberinya pelukan dan sentuhan lembut. Ini diyakini sangat efektif untuk meredakan tantrum dan memberikan rasa nyaman pada anak.
Alihkan perhatiannyaKetika anak mulai memukul kepalanya, segera alihkan tangannya dengan hal lain. Misalkan menunjuk cecak di dinding, atau benda-benda yang menarik di sekitarnya.
Beri pengertianWalaupun anak belum bisa membalas kata-kata yang kita ucapkan, tapi sesungguhnya ia mengerti apa yang Moms maksud. Beri ia pengertian agar tidak menyakiti dirinya sendiri ataupun melakukannya ke orang lain.
Memang semuanya tidak instan ya Moms. Butuh waktu dan kesabaran kita dalam menghadapinya. Tapi seiring dengan pertumbuhan si Kecil, mereka pasti akan tahu bagaimana cara yang tepat untuk memenuhi keinginannya dan meluapkan emosinya.
Namun bila kebiasaan ini tidak hilang hingga beberapa tahun ke depan, sebaiknya Moms konsultasikan ke dokter Ahli untuk mendapat diagnosa dan penanganan yang tepat.
Semoga bermanfaat.
By: Rae Fathy Aulia Rusba
Copyright by Babyologist
