Menjadi Orang Tua Antipanik saat Anak Sakit
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai orang tua, tentu kita akan merasa sedih saat si Kecil sedang sakit. Bahkan untuk demam pun tidak sedikit orang tua yang buru-buru memberikan obat untuk anaknya agar demam cepat reda. Atau mungkin beberapa Moms langsung membawa si Kecil ke dokter.
Panik, ya itu biasanya menjadi alasan orang tua melakukan tindakan-tindakan tersebut. Padahal kepanikan dapat membahayakan si Kecil lho Moms, terutama jika kita sebagai orangtua salah dalam bertindak.
Saya pun sama, pasti panik saat si Kecil sakit. Ingin rasanya memberikan apapun supaya ia kembali sehat. Tapi, setelah saya membaca beberapa buku tentang kesehatan anak, mulailah terbuka pikiran saya soal kepanikan ini.
Panik adalah perasaan yang wajar terjadi, namun panik bisa membuat pikiran kita tidak rasional dan kita bisa salah bertindak ketika sedang dilanda rasa panik. Ada beberapa tips dari saya supaya kita bisa tetap tenang saat menghadapi si Kecil yang sedang sakit:
Bacalah dan pahami buku soal kesehatan anak.
Baca dan simpan tulisan mengenai demam, batuk, pilek, diare (penyakit yang paling sering menyerang anak-anak).
Pahami tanda-tanda gawat darurat ketika si Kecil sakit (kapan si Kecil harus diberikan obat, kapan harus dibawa ke dokter).
Jika sudah dibawa ke dokter, mintalah diagnosa dengan jelas/bahasa medis. Moms bisa browsing tentang penyakit si Kecil jika sudah jelas diagnosanya.
Tanyakan pada dokter terapi apa yang harus dilakukan dan kapan harus kembali lagi ke dokter.
Sabar dan berdoa.
Banyak membaca dan mempelajari seputar kesehatan anak tidak harus dilakukan saat si Kecil sudah sakit. Sebaiknya Moms and Dads mempelajarinya kapanpun bahkan saat si Kecil sehat. Bukankah menjadi orang tua itu ujiannya sering mendadak? Sehingga kita sebagai orang tua sudah sepatutnya menyiapkan mental dan ilmunya.
Mengetahui seluk beluk penyakit "langganan" anak juga menguntungkan kita untuk bisa berdiskusi dengan dokter, at least ketika si Kecil sakit, kita sudah siap dan sudah tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Hal ini juga berpengaruh pada terapi yang akan diberikan kepada anak, apalagi dalam pemberian obat-obatan. Mungkin Moms sudah sering mendengar soal RUM?
RUM (rational use of medicine) menurut World Health Organization (WHO) adalah pasien menerima pengobatan sesuai dengan kebutuhan klinis dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan induvidual, untuk jangka waktu yang sesuai dan dalam biaya terapi yang rendah bagi pasien.
Jadi, RUM bukan antiobat, bukan antidokter dan bukan anti-antibiotik. Tetapi dengan tidak panik, diharapkan orang tua bisa tetap berpikir rasional ketika Si Kecil sakit supaya tidak over treatment, under treatment, atau miss treatment.
Semoga bermanfaat.
By: Kartika Wulan Sari
Copyright by Babyologist

