Konten dari Pengguna

Menyeimbangkan Waktu Antara Anak dan Pekerjaan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa di antara para Mom di sini yang bekerja atau istilahnya working mom? Saya termasuk salah satu working mom. Saya bekerja di kantor mulai jam 9 pagi sampai jam 6 sore. Dan anak saya berada di rumah dengan pengasuhnya. Tidak ada yang salah dan tidak ada masalah dengan hal tersebut, kecuali satu, anak saya lebih nyaman bermain dengan pengasuhnya daripada orang tuanya sendiri. Lalu pada akhirnya saya dan suami sadar bahwa kami terlalu fokus dengan pekerjaan dan pada saat pulang kantor tubuh sudah lelah jadi ingin cepat-cepat tidur sehingga waktu bermain dengan anak berkurang.

Nah, apa sih yang harus kita lakukan kalau terjadi hal seperti ini, Moms? Tentu ada beberapa hal yang perlu kita lakukan sebagai orang tua agar anak tetap nyaman bermain dengan kita tanpa dia harus merasa diabaikan.

1. Gunakan waktu luang yang ada untuk menemani anak walau hanya sebentar.

Sesibuk-sibuknya kita pasti ada waktu istirahat walau sebentar ya, Moms. Nah, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk quality time dengan anak. Sisihkan dahulu rasa lelah dan ego untuk mengistirahatkan badan demi bermain dengan anak, mendengar keluh kesahnya, dan menemaninya belajar.

2. Kenalkan anak dengan pekerjaan kita.

Jelaskan kepada anak apa pekerjaan kita. Tunjukkan kantor tempat kita bekerja, jika memungkinkan ajak dia sekali-sekali masuk ke kantor, supaya dia tahu pekerjaan orang tuanya seperti apa.

3. Beri apresiasi ketika anak menunjukkan keterampilannya yang bertambah.

Selalu beri apresiasi ketika anak menunjukkan hasil karyanya atau keterampilannya yang semakin bertambah. Selalu sunggingkan senyum ketika mengobrol dengannya, sembunyikan rasa lelah sehabis bekerja.

4. Jangan bawa masalah di pekerjaan ke rumah.

Jangan pernah sekalipun membawa masalah pekerjaan ke rumah ya, Moms. Apalagi ketika di kantor sedang banyak pekerjaan, habis dimarahi atasan atau anak buah ada yang kinerjanya buruk, jangan lampiaskan kekesalan pada anak.

5. Luangkan waktu untuk memasakkan makanan favoritnya

Masakan yang paling lezat adalah masakan ibunya sendiri. Jadi, luangkan waktu untuk memasakkan si kecil walau hanya masakan paling mudah dan sederhana dan temanilah dia ketika makan walaupun kita sedang dikejar deadline.

6. Dengarkan setiap cerita dan keluh kesahnya

Setiap anak ingin didengar. Bahkan kita pun yang sudah dewasa selalu senang jika orang lain mendengarkan kita dengan penuh perhatian. Begitupun anak kita, Moms, dengan kita mendengarkan setiap ceritanya, keluh kesahnya, maka dia akan merasa bahwa ibunya sangat perhatian, dan perhatian itulah yang paling mereka butuhkan. Maka dengarkanlah dia dengan sabar.

7. Quality time dengan anak

Berikan waktu yang sangat berkualitas untuk anak. Singkirkan handphone dan laptop sejenak. Pusatkan perhatian khusus untuk si kecil. Jika ada budget, ajak dia liburan ke tempat-tempat yang baru dan menambah pengalaman seru untuknya. Jika tidak, cukup dengan bermain di rumah, buatkan rumah-rumahan dari kardus bekas, tenda-tendaan, membuat makanan-makanan lezat untuk si kecil pun sudah cukup.

Nah, moms, di atas adalah beberapa tips yang bisa kita terapkan agar anak tetap dekat dengan kita walaupun kita bekerja. Tentu masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan. Lelah di badan pun ketika bertemu anak dan melihatnya gembira sudah cukup membuat lelah kita hilang. Jadi, selamat berquality time dengan anak.

by Nanda Gita  in Babyologist