Konten dari Pengguna

Milk Blister: Musuh Kecil Ibu Menyusui

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Milk Blister: Musuh Kecil Ibu Menyusui

Masa menyusui adalah masa dimana perasaannya campur aduk seperti gado-gado hahaha.. Ada perasaan senang, capek, hopeless kalau ASI seret, semangat ataupun menderita sakit tertentu.

Nah, salah satu sakit yang cukup sering kualami selama menyusui OA adalah milk blister atau bleb atau jerawat puting. Milk blister merupakan istilah untuk jerawat kecil yang muncul di sekitar puting ibu menyusui.

Selama menyusui OA, milk blister yang sering terjadi di aku adalah akibat puting sering lecet, posisi menyusui yang salah (suka lelah kalau selalu di posisi yg benar) dan tekanan berlebih pada daerah payudara. OA yang gragas banget menyusuinya dan kulit putingku yang super sensitif menjadi combo super yahud untuk membentuk milk blister.

Biarpun bentuknya kecil dan tidak berbahaya, kenyataannya sangat menyakitkan T_T

Lalu bagaimana mengatasinya? Berikut beberapa caraku mengatasi milk blister:

1. Kompres air hangat

Sudah sakit tetap menyusui? Yes moms, walau sakitnya luar biasa saat dikenyot, tetap ini pertolongan pertama yang alami dan terbaik untuk menyembuhkan milk blister. Namun kompreslah dahulu payudara dengan air hangat sembari dipijat kecil selama kira-kira 5 menit sebelum proses menyusui dimulai. Hal ini dilakukan karena panas bisa membantu 'membuka' saluran ASI yang terkurung dalam lapisan kulit payudara tersebut. Lalu langsung lakukan kegiatan menyusui setelah kompres.

2. Jaga kebersihan & kelembaban area puting

Pernah mendengar/melakukan mengoles ASI pada puting untuk mengobati lecet? Awal masa menyusui, ini sangat sering aku lakukan karena putingku sering lecet. Sangat ampuh memang mengobati lecet, tapi ternyata sisa-sisa ASI bekas olesan inilah yang membuat muncul milk blister pada putingku. Kalau tidak dioleskan ASI bila sedang tidak lecet, yang ada malah menjadi kering sehingga rentan memerah & lecet lagi. Oleh sebab itu, cara yang lebih tepat adalah dengan menyisipkan kapas yang ditetesi minyak zaitun atau aku seringnya minyak kelapa (VCO) pada puting di dalam bra setelah menyusui. Ini dilakukan bila tidak sedang lecet, agar kelembabannya terjaga. Namun apabila sedang lecet, bisa mengoleskan krim khusus untuk mengobati lecet pada payudara setelah menyusui. Dan jangan lupa untuk selalu membersihkan area puting dari sisa minyak atau krim ini ketika akan menyusui (misal saat kompres bisa sambil dibersihkan dengan air kompres hangat tersebut).

Apabila kesemua hal diatas sudah rutin dilakukan dan milk blister tak kunjung sembuh (tidak ada progress membaik) atau malah makin menjadi sakitnya dan juga bernanah, sebaiknya segera ke dokter. Milk blister di aku selama ini biasanya sembuh dalam kurun waktu kira-kira 2 mingguan moms. 

Memang wajar tidak langsung sembuh dalam beberapa hari saja setelah rutin melakukan tips diatas. Sembari di-treatment, sembari menyusui, tetap semangat dan positif terus, milk blister akan menghilang.