Mini Pil: Kontrasepsi (KB) Andalanku dalam Masa MengASIhi si Kecil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mini Pil: Kontrasepsi (KB) Andalanku dalam Masa MengASIhi si Kecil
Saat si Kecil lahir, banyak Moms yang bertekad dan berusaha untuk memberikan ASI Eksklusif, namun sayangnya para Moms juga seakan langsung diliputi banyak pertanyaan yang berkecamuk seputar pemilihan kontrasepsi yang cocok untuk ibu menyusui. Kontrasepsi yang tidak membuat produksi ASI Moms menjadi seret.
Seperti pengalaman yang saya alami sebulan setelah melahirkan, suster menyarankan saya untuk segera memasang KB, waktu itu suster tersebut menyarankan saya untuk memasang KB tipe IUD. Tapi saat itu saya masih ragu dan mencari tahu tipe apa yang paling cocok untuk ibu menyusui. Second opinion saya dapatkan jawaban dari dokter di salah satu Rumah Sakit daerah Tangerang. Setelah saya konsultasi dan menceritakan kegalauan saya dalam memilih kontrasepsi, akhirnya Beliau menyarankan saya untuk memasang pil KB khusus ibu menyusui atau yang biasa disebut Mini pil.
Beliau menjelaskan secara detail apa itu Mini Pil, kegunaan serta efek sampingnya, yang membuat saya akhirnya mantap menggunakan pil ini sebagai kontrasepsi andalan saya.
Alat kontrasepsi sendiri sebenarnya banyak macamnya seperti IUD, Implan, KB suntik hingga Pil KB, namun perlu dicatat bahwa tidak semua cocok untuk ibu menyusui. Di antara yang lain, Pil KB inilah yang dianggap paling aman untuk ibu menyusui.
Pil KB sendiri dibagi menjadi dua macam:
Pil KB Kombinasi dan Pil KB Khusus (Pil KB Mini). Pil KB Kombinasi merupakan alat kontrasepsi yang berbentuk pil minum yang berisikan gabungan dari hormon estrogen dan hormon progestin dalam kandungannya. Namun pil Kombinasi ini tidak terlalu cocok untuk ibu menyusui dikarenakan adanya kandungan hormonal dari hormon estrogen yang akan melambatkan sistem kerja hormon prolaktin yang tidak lain adalah hormon pemroduksi ASI dalam tubuh.
Sementara Mini Pil adalah KB minum yang hanya mengandung hormon progestin di dalam kandungannya. Jelas jika dilihat dari kandungan di dalamnya, Mini Pil memang lebih aman untuk ibu menyusui. Waktu yang dianggap aman untuk menggunakan pil KB ini adalah sekitar 6 sampai 8 minggu setelah melahirkan.
Aturan minum pil KB ini haruslah Moms minum setiap hari dan di waktu yang bersamaan pula, maka dari itu saya membuat jam alarm untuk memastikan dapat minum di waktu yang sama. Hal ini bermaksud untuk menjaga kestabilan hormon dalam tubuh.
Manfaat dari Mini Pil ini sendiri adalah:
1. Moms tidak perlu khawatir akan kebobolan atau hamil di saat menyusui, karena persentase keamanan pil ini sampai 95%. 2. Kandungan dalam mini pil ini tidak menyumbat ASI, bahkan dapat memperlancar produksi ASI. 3. Harganya yang ekonomis. 4. Tidak akan mempengaruhi kesehatan bayi, karena kandungannya yang aman untuk ibu menyusui.
Namun dalam pil KB ini rupanya masih menyisakan efek samping dalam penggunaannya, di antaranya:
1. Haid yang tidak teratur 2. Timbulnya jerawat dan masalah kulit lainnya 3. Mual dan sakit kepala 4. Gairah seks yang menurun 5. Kenaikan berat badan
Namun setelah saya konsumsi rutin, hampir tidak pernah saya merasakan efek samping tersebut, walau setiap orang pasti berbeda mendapatkan efek setelah menggunakannya.
Bisa dipastikan pil KB mini ini jauh lebih aman untuk digunakan dari pada pil kombinasi karena efek samping pil kombinasi selain dapat membuat produksi ASI menurun, yaitu kedua hormon ini dapat membuat adanya gumpalan darah dalam tubuh. Walaupun tingkat persentase keberhasilannya lebih tinggi, 99%. Namun apa pun alat kontrasepsi yang Moms gunakan akan mendapatkan hasil yang maksimal jika diminum dengan rutin dan tetap menjaga jarak aman untuk berhubungan intim, dan jangan lupa selalu konsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan Moms agar meminimalisir efek samping yang ditimbulkan.
