Moms, Jangan Abaikan Bahaya Kista Cokelat!

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengertian kista adalah tumor jinak yang berupa kantong berisi cairan. Organ reproduksi wanita memiliki risiko terkena kista, di antaranya adalah kista ovarium dan kista cokelat.
Sesuai dengan namanya, kista ini memiliki warna cokelat. Kista cokelat menyerang tuba falopi dan ovarium. Jika keduanya sudah diserang kista, kesuburan seorang wanita menjadi terganggu. Sekitar 70% wanita yang menderita kista cokelat ringan bisa hamil tanpa harus melakukan pengobatan. Biasanya, dokter hanya akan menyarankan Moms untuk tidak menunda kehamilan sebelum kondisi kista memburuk.
Tidak ada obat yang dapat menjamin peningkatan fertilitas seseorang yang mempunyai kista cokelat. Akan tetapi, dokter bisa mengoperasi membuang jaringan kista cokelat tersebut. Presentase untuk hamil melalui program bayi tabung jauh lebih kecil daripada para calon ibu yang tidak mempunyai kista cokelat.
Normalnya, ketika menstruasi hormon dan sel telur akan menempel di bagian endometrium atau lapisan rahim. Kemudian akan luruh atau rontok ketika tidak bisa dibuahi oleh sperma. Kemudian luruhan tersebut dikeluarkan melalui vagina namun dalam bentuk darah. Sayangnya, darah menstruasi yang mundur akan masuk ke organ sebelum rahim seperti tuba falopi sehingga terbentuklah kista ini. Kondisi ini disebut juga dengan menstruasi retrograde yang menyebabkan aliran darah, hormon, maupun sel telur, dan enzim peradangan berkumpul dan menebal membentuk seperti dinding sehingga warna cokelat tersebut mirip darah menstruasi. Yang membahayakan lagi, kista ini mudah pecah kapan saja dan bisa menyebar ke bagian dinding rahim, organ perut, dan panggul sehingga menyebabkan komplikasi.
Kista cokelat jauh lebih bandel dan susah dihilangkan dibandingkan dengan kista ovarium. Hal itu dikarenakan meski sudah diangkat, jika tidak berhati-hati dalam menjaga pola makan, kista ini bisa tumbuh kembali.
Makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh Moms dengan kista cokelat adalah yang sudah melalui banyak pemrosesan. Hindari pula makanan kemasan, makanan digoreng, daging asap yang diolah, makanan yang dipanggang, makanan tinggi lemak dan makanan tinggi gula. Makanan dengan gluten pun sebaiknya dihindari. Cobalah untuk mengonsumsi makanan bebas gluten seperti nasi merah, quinoa dan ubi jalar.
Mulailah menerapkan pola hidup sehat; hindari makanan yang bisa memicu kista, perbanyak konsumsi air putih, buah dan sayuran. Seimbangkan asupan makanan dengan berkegiatan secara aktif, olahraga teratur, pola tidur yang sehat dan manajemen stres yang baik.
Semoga bermanfaat.
