My PCO Journey: Part 2

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PCOS sebenarnya tidak bisa disembuhkan, namun gejala-gejalanya dapat dikendalikan. Opsi-opsi penanganan yang bisa ditempuh oleh penderita PCOS adalah:
Mengubah gaya hidup. Penderita PCOS yang obesitas, bisa mulai menurunkan berat badan. Penderita PCOS perokok disarankan untuk berhenti, sebab wanita perokok punya kadar hormon androgen lebih tinggi dibanding wanita non-perokok.
Pembedahan. Pembedahan kecil yang disebut Laparoscopic Ovarian Drilling (LOD) menjadi opsi untuk menangani masalah kesuburan yang disebabkan PCOS.
Terapi hormon bisa dilakukan bagi penderita PCOS yang tidak ingin merencanakan kehamilan. Terapi ini bisa menormalkan siklus menstruasi, mencegah kanker uterus, pertumbuhan rambut yang berlebihan, munculnya jerawat, dan rontoknya rambut kepala.
Saya akan jelaskan mengapa dokter memberikan Metformin (sebenarnya ini adalah tindakan awal dokter saya, tetapi setiap dokter akan berbeda tindakan awalnya).
Seperti yang sudah saya jelaskan, PCOS adalah penyakit akibat ketidakseimbangan hormon reproduksi yang menyebabkan terjadi banyak kista di ovarium, sehingga tidak adanya sel telur matang yang dilepaskan ke dalam rahim dan tidak dapat terjadi kehamilan. Ketidakseimbangan ini sebagian besar dilatarbelakangi oleh ketidaksensitifan insulin terhadap produksi hormon tersebut, sehingga pengobatan PCO ini sebagian besar menggunakan terapi Metformin untuk menanggulangi ketidaksensitifan hormon insulin tersebut. Walaupun terjadi ketidaksensitifan hormon insulin yang menyebabkan PCO, tidak semua pasien PCO mengalami penyakit diabetes (penyakit yang disebabkan oleh ketidaksensitifan insulin dalam memasukkan gula dari darah ke jaringan sehingga menyebabkan gula darah tinggi).
Tentu saja metformin ada efek sampingnya. Efek samping yang saya rasakan adalah mual, dan pusing, terkadang kalau benar-benar parah bisa muntah.
Metformin sendiri saya konsumsi selama anjuran dokter (saya disuruh konsumsi selama 3 bulan, setelah itu periksa lagi ada kemajuan atau tidak, jika tidak baru ke tindakan berikutnya). Dokter saya mengharapkan dengan tindakan obat metformin ini bisa terjadi ovulasi dan sel telur bisa menjadi normal. Sebelum saya konsumsi obat metformin saya cek gula darah dan ternyata normal. Jadi ketika saya lepas minum obat metformin, saya tidak akan terkena diabetes.
Tapi ketika mengonsumsi metformin dianjurkan makan untuk menjaga gula darah. Metformin bukan penyebab haid terlambat, namun haid terlambat disebabkan oleh PCO yang berusaha diobati menggunakan metformin.
Selain mengonsumsi metformin, saya juga disuruh diet karbohidrat.
Setelah ini saya akan cek ke dokter lagi untuk mencari tahu apakah perlu ada tindakan selanjutnya.
Semoga bermanfaat.
By: Sabrina Adani Halawati Putri.
