Normalkah Bayi Selalu Menangis Saat akan BAB?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semenjak menjadi ibu, saya menjadi sangat detail dan observatif, karena saya merawat anak bersama dengan suami tanpa bantuan siapa pun.
Saat memasuki usia 2 bulan, anak saya selalu menangis setiap akan buang air besar (BAB). Saya harus menimang-nimang dan menyusuinya sehingga dia berhenti menangis, selang beberapa menit kemudian dia BAB.
Saya pikir mungkin anak saya perutnya mulas, jadi tidak nyaman. Tapi ini berlangsung terus menerus, membuat tidurnya sedikit-sedikit terganggu. Akhirnya saat kontrol dan imunisasi, saya menanyakan hal ini kepada DSA-nya.
Ternyata pencernaan bayi di bawah usia 4 bulan tergolong belum sempurna, sehingga bayi akan bereaksi saat akan buang gas atau buang air besar. Orang dewasa saja kalau mau ke toilet perutnya mulas dan tidak nyaman, apalagi bayi 2 bulan. Kondisi ini akan membaik saat memasuki bulan ke-4 atau saat MPASI dimulai. Benar saja, memasuki usia 4 bulan drama BAB berkurang.
Sebenarnya berapa kali sehari frekuensi BAB bayi? Ini tergantung bayi ya Moms, tiap bayi berbeda-beda. Menurut literatur, bayi akan BAB 4-8 kali sehari. Tapi kalau kasus bayi saya, dia akan BAB tidak lama setelah menyusu. Ini normal karena lambung bayi yang masih kecil. Frekuensi BAB akan berkurang saat usia bayi bertambah, memasuki usia 3 bulan frekuensi BAB anak saya menjadi 4-7 hari sekali. Selama yang kita berikan itu ASI jangan khawatir Moms, ini normal karena pencernaan sedang beradaptasi dengan pergantian ASI. Jika bayi belum BAB selama 14 hari, silakan cek ke DSA kesayangan.
Bagaimana struktur kotoran bayi? Sudah banyak literatur yang membahas bagaimana seharusnya bentuk kotoran bayi ASI beserta gambarnya. Konsistensinya tidak terlalu cair dan tidak padat, semacam lunak seperti berbiji-biji. Segera periksa ke dokter kalau kotoran bulat dan keras seperti kotoran kambing, karena itu tandanya sembelit. Berwarna kuning, kuning kecokelatan, atau kuning kehijauan itu normal. Warna hijau pada kotoran bayi bisa disebabkan karena komposisi foremilk yang dikonsumsi dari ASI ataupun air liur karena sedang teething. Segera ke dokter jika kotoran bayi berwarna hitam, putih, atau berdarah.
Semoga bermanfaat.
By: Dita Rachmawati.
