Pahami Bedanya Suntik Dt dan Suntik Td

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemberian suntik Dt maupun Td menjadi salah satu usaha preventif dalam melakukan pencegahan dan membangun kekebalan dengan terus-menerus untuk mencegah penyakit ini.
Setiap orang khususnya Mom, diharapkan dapat berhati-hati saat akan membawa buah hatinya pergi untuk melakukan suntik Dt ke puskesmas maupun rumah sakit bahkan dokter anak. Anda harus meningkatkan kewaspadaan terhadap pemberian vaksin anak Anda, karena ini bisa menjadi bahaya bagi kesehatan tubuhnya. Oleh karena itu, ketahuilah perbedaan dari dua vaksin ini.
Perbedaan Suntik Dt dan Suntik Td
1. Perhatikan Komposisi Dosis yang diberikan dokter ketika proses suntik Dt berlangsung. Bagi Vaksin Dt di dalamnya memiliki kadar toksoid Difteri lebih tinggi sebanyak 20 Lf. Adapun kandungan Toxoid Tetanus yang murni adalah 7,5 Lf. Adapun di dalam Vaksin Td kadar Toksoid difteri lebih rendah satu per sepuluh dari vaksin Dt, jadi sekitar 2 Lf. Adapun kandungan toksoid tetanusnya berkadar sama dengan vaksin Dt yakni 7,5 Lf dan dari setiap dosisnya 0,5 ml.
2. Sasaran pengguna untuk suntik Dt adalah bayi berusia 2-5 dan 15-18 bulan. Adapun vaksin Td ditujukan untuk anak-anak usia minimal 7 tahun sebagai imunisasi ulangan (booster). Adapun tujuan dari pemberian imunisasi ulangan ini sebagai pembuktian jika terdapat penurunan kekebalan dalam kurun waktu tertentu agar pemberian suntik Dt pada anak diperlukan sebagai tindakan penguatan daya tahan tubuh anak.
Manfaat dari pemberian suntik Dt maupun Td tersebut sebenarnya sama yakni memberikan perlindungan tubuh pada penyakit Difteri dan Tetanus. Jika Penyakit Difteri memiliki gejala sakit di bagian tekak, mengalami demam secara tiba-tiba yang disertai membran kelabu yang menutupi tonsil maupun saluran pernapasan. Adapun penyakit tetanus adalah yang memiliki bahaya yang dapat mempengaruhi sistem kerja urat otot dan saraf.
Oleh karena itu, pemberian suntik Dt maupun Td menjadi salah satu usaha preventif dalam melakukan pencegahan dan membangun kekebalan dengan terus-menerus untuk mencegah penyakit ini. Penyuntikan vaksin diharapkan mampu memberikan proteksi kekebalan tubuh seseorang hingga dewasa. Seperti yang kita tahu, bahwa pada tubuh seorang anak yang sedang mengalami perkembangan ada beberapa tahapan yang membuat dia mendapatkan kekhawatiran para orang dewasa jika sewaktu-waktu sang anak mengalami sakit ataupun salah satu gejala dari tetanus ini.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
