Pemilihan Baby Walker yang Tepat

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moms tentu ingin melihat anak kesayangan cepat mencapai milestones sesuai usianya, bukan? Apalagi milestone berjalan. Pasti lega sekali rasanya saat melihat si bayi mau melangkah berjalan tanpa bantuan. Tak jarang juga segala macam stimulasi dilakukan dan alat stimulasi diberikan untuk merangsang si Kecil agar cepat berjalan.
Penggunaan baby walker yang dulu kita pikir akan membantu bayi berjalan saat ini sudah tidak direkomendasikan.
Mengapa demikian? Pertama saya perhatikan kalau anak saya menggunakan baby walker biasa yang memiliki roda, dia jadi malas berjalan, karena bergerak sedikit saja dia sudah bisa berada dalam jarak yang cukup jauh. Anak saya tidak perlu menapakkan kakinya untuk bisa menggerakkan baby walker, cukup jalan jinjit dan menggerakkan tubuh ke arah yang diinginkan seperti penari balet, akhirnya terbawa kebiasaan jalan jinjit walaupun walkernya sudah tidak digunakan.
Baby walker memiliki tempat duduk, jadi bayi bisa duduk saat dia lelah. Karena memiliki tempat duduk ini, bayi cenderung tidak termotivasi untuk berdiri sendiri tanpa bantuan.
Ada dua jenis baby walker yang membantu anak saya berjalan saat usia 11 bulan.
Baby walker tanpa roda Ini seperti baby walker pada umumnya, tetapi tidak memiliki roda sehingga jika mau berjalan, bayi tetap harus mengeluarkan usaha yang cukup untuk membuatnya bergerak. Walker ini cocok untuk latihan berdiri.
Push walkerSaya mengenalkan anak saya dengan push walker saat usianya masih 6 bulan, bukan supaya dia cepat berjalan tapi supaya dia berkenalan dulu dengan walkernya. Karena anak saya memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan mainan baru, jadi dia akan memeriksa mainan baru dengan seksama sebelum menggunakannya. Walker ini ringan, jadi bayi akan berusaha berdiri tanpa membuat walker terjatuh dan menguatkan telapak kaki sebelum mampu mendorong walker.Setelah itu dia akan belajar bagaimana menggunakan push walker tentu dengan bantuan orang tuanya. Push walker ini memerlukan bayi untuk bisa menapak kuat sebelum menggunakannya. Awalnya pasti jatuh, tapi lama-lama akan terbiasa. Push walker ini sangat membantu anak saya berjalan. Setelah mahir berjalan dengan walker ini, anak saya berlatih manuver atau belok arah dengan walker, dan dia mempraktikkan manuver tanpa bantuan walker.
Semoga dapat membantu Moms untuk mempertimbangkan penggunaan baby walker dan memilih baby walker yang tepat. Push walker bisa diganti dengan stroller bayi, kursi, high chair, koper atau apa saja yang bisa di dorong oleh bayi lho, Moms. Pastikan barang-barang tersebut tidak membahayakan bagi bayi ya Moms.
Semoga bermanfaat.
By: Dita Rachmawati.
