Konten dari Pengguna

Penanganan Sembelit pada Bayi yang Mulai MPASI

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penanganan Sembelit pada Bayi yang Mulai MPASI

Sembelit pada bayi yang mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI sudah biasa terjadi ya Moms, dikarenakan transisi dari mengonsumsi ASI ke makanan padat, sehingga pencernaannya belum terbiasa dengan makanan padat di dalam lambung. Di samping itu, MPASI yang minim serat juga dapat menjadi penyebabnya. Namun bagaimana saya melakukan penanganannya? Saya akan share tipsnya di sini.

Pasti ada perasaan tidak tega ya Moms waktu melihat anak menangis kesakitan, mengejan, namun fesesnya yang keras tidak kunjung keluar. Selain itu, daerah (maaf) anusnya merah dan terkadang berdarah.

Tenang Moms, jangan panik dulu. Moms bisa menyiapkan:

1. Sabun Untuk melumasi bagian (maaf) anus bayi dengan harapan jalan keluar feses lebih licin dan mudah dilalui. Saya sudah pernah melumasi dengan baby oil, bahkan minyak kelapa, tapi hasilnya lebih memuaskan saat menggunakan sabun.

2. Memosisikan Litotomi Posisi seperti ibu yang melahirkan, terlentang kemudian kedua kaki dinaikkan ke atas.

3. Membantu mengeluarkan feses dengan tisu Saat bayi mengejan dan fesesnya sudah mulai tampak, saya bantu dengan sedikit menariknya.

4. Probiotik Dulu saat ASI Ekslusif, tidak pup selama 5 hari masih dianggap normal ya. Karena ASI terserap dengan baik, fesesnya pun juga tidak ada masalah. Nah saat mulai mengonsumsi MPASI, saya mulai curiga ketika 3 hari anak saya tidak kunjung Pup. Biasanya malam hari sebelum tidur saya berikan probiotik. Pagi harinya, selalu ada dorongan untuk Pup.

5. Memberikan makanan yang mengandung serat, air dan tetap memberikan ASI. Snacknya saya berikan puree buah pir dan pepaya.

Dan yang tidak kalah penting, saat anak menangis, sebaiknya tenangkan dulu di antara jeda dia mengejan. Agar bayi cukup tenang, dan sebagai orang tua bisa mengurangi kepanikan yang biasanya terjadi.

Namun apabila hal tersebut masih belum bisa membantu feses bayi keluar, sebaiknya segera periksakan ke dokter terdekat.