Konten dari Pengguna

Pengalaman Menggunakan Baby Walker untuk Anak

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengalaman Menggunakan Baby Walker untuk Anak
zoom-in-whitePerbesar

Penggunaan baby walker kerap menjadi pro dan kontra pada dunia parenting masa kini. Sebelumnya, baby walker diciptakan agar anak dapat lebih cepat berjalan. Banyak orang tua yang tergiur dari fungsi baby walker ini, dan memang terbukti pada sebagian besar anak yang menggunakan baby walker dapat membuat anak lebih cepat berjalan daripada bayi seusianya.

Banyak orang tua yang menstimulasi anaknnya agar lebih cepat berjalan, salah satunya dengan menggunakan baby walker ini. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, ternyata sebelum belajar berjalan, anak harus melalui fase merangkak yang cukup dalam tumbuh kembangnya. Banyaknya manfaat dari merangkak membuat hal ini menjadi fase yang tidak boleh dilewatkan dalam tumbuh kembang bayi. Hal ini menjadi salah satu alasan banyaknya orang tua masa kini yang kontra dengan penggunaan baby walker.

Saya sendiri bukan termasuk orang tua yang pro terhadap penggunaan baby walker. Pada mulanya saya berencana untuk tidak menggunakan baby walker pada anak saya, agar ia dapat merangkak dan berjalan sendiri sesuai dengan usianya. Namun ternyata seusai melahirkan, teman-teman saya memberikan kado baby walker sehingga saya merasa sayang sekali untuk menyia-nyiakannya.

Akhirnya baby walker ini saya gunakan pada saat anak saya sudah bisa duduk dengan tegap, yaitu pada usia di atas enam bulan, dan penggunaannya saya batasi hanya pada waktu saya sibuk dengan tugas di dapur, sehingga ia bisa tetap dekat dengan saya dan mengikuti saya dengan baby walker-nya. Pada usia itu, anak saya belum bisa merangkak, hanya merayap saja dan itupun merayap mundur. Jadi belum bisa maju, apalagi merangkak.

Setelah beberapa hari menggunakan baby walker, ternyata kaki anak saya menjadi lebih kuat dan akhirnya ia bisa merangkak. Lama-kelamaan ia bisa merangkak maju dengan cepat. Dan menurut saya, baby walker ini sangat berperan dalam membuatnya merangkak. Tidak lama setelah merangkak, ia bisa kembali pada posisi duduk tanpa bantuan, dan pada usia 7 bulan, ia dapat berdiri dengan berpegangan dipinggiran sofa.

Menurut saya, perkembangannya cukup cepat dibandingkan anak seusianya yang umumnya saat fase berdiri masih memerlukan bantuan (pada umur 8-9 bulan). Sekarang saya lebih membatasi penggunaan baby walker dan mengajaknya untuk lebih banyak merangkak.

Menurut pengalaman saya, baby walker boleh saja digunakan untuk menstimulasi anak, manfaatnya positif apabila tidak digunakan secara berlebihan. Otot kakinya akan lebih kuat, ia juga dapat secara leluasa berjalan memerhatikan sekeliling dengan dekat. Hal ini tentunya dapat membantu anak saya dalam mengasah rasa ingin tahunya, sekaligus dapat mengatasi bosan saat sedang menunggu ibunya bekerja. Walau begitu, tetap awasi anak Anda saat melangkah dengan baby walker ini. Sehingga hal-hal yang membahayakan tidak terjadi pada saat menggunakan baby walker.

Semoga bermanfaat.

By: Lisa Febrianti

Copyright by Babyologist