Konten dari Pengguna

Pengalaman Saya saat ASI Tidak Keluar Usai Melahirkan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengalaman Saya saat ASI Tidak Keluar Usai Melahirkan
zoom-in-whitePerbesar

"Sudah setengah jam lebih nih dedek nen-nya, payudara sudah kempes kayak ban digembosin, puting yang kanan sudah panas dikenyut terus, yang kiri perih nih lecet sudah mau berdarah, kok nen-nya dilepas masih nangis terus? Keluar enggak sih nih ASI (Air Susu Ibu)? Cukup gak sih ASI-ku?"

Buat Moms yang full pumping ASI-nya, mungkin enggak mengalami masalah ini. Tapi yang direct breastfeeding (menyusui secara langsung), yuk kita tos dulu! Ternyata kita sama, Moms. Kalau mama yang pumping, bisa tahu berapa mililiter dedek minum selama sehari. Nah, kalau menyusui langsung? Enggak tahu deh, kan payudara kita enggak ada meterannya seperti di pom bensin gitu, atau mulutnya dedek enggak ada takarannya seperti gelas ukur.

Jadi gini Moms, produksi ASI di tiap-tiap Moms itu berbeda-beda. Ada nih yang waktu usia kandungan 7 bulan, payudaranya sudah keras, kalau dipencet sudah keluar ASI-nya, tapi ada juga yang bahkan sampai bayi lahir, payudaranya masih lembek, saya salah satunya, jadi jangan disamaratakan, ya.

Contohnya saya, sudah rajin ikut senam hamil waktu umur kandungan 27 minggu, lalu ada teman yang bilang agar ASI-nya keluar kita harus memencet payudaranya. Saya yang penasaran ASI tuh kayak gimana, sampai rumah, saya pencet-pencet itu payudaranya, eh enggak ada yang keluar, malah sakit Moms, suami sampe heran, ngapain sih istriku. "Sudah enggak usah dipencetin nanti malah kontraksi, lho," katanya.

Saya sampai ke Klinik Laktasi di minggu ke-38, dicek dan memang belum keluar, dan payudara saya masih lembek. Terus ASI-nya keluar kapan, Moms? H+3 setelah lahiran, dan posisi mau pulang dari Rumah Sakit (RS), waktu itu saya minta dipencetin lagi sama bidan jaga, dan keluar lho, cuma setetes yang kiri, yang kanan belum keluar.

Moms enggak stres? Enggak kepikiran? Pasti dong! Sempat mau kasih si Kecil susu formula (sufor) juga, lho (kan sufor enggak jahat, ya). Kasihan si dedek cuma minum setetes-setetes.

Pulang dari RS, dedek makin ekstrem kalau nangis, dikasih nen diem Moms, tapi kalau dilepas, nangis lagi, sampai payudara tuh rasanya panas dan sudah mulai lecet.

Suami? Sudah enggak berani nyuruh buat menyusui dedek, lihat saya saja sudah kasihan, karena muka saya waktu itu juga sudah 'senggol bacok'. Sedangkan orang rumah, pertanyaannya sama, keluar ASI-nya? Cukup enggak tuh kok nangis terus? Dulu sih disambung susu kaleng enggak apa-apa kok. Pertanyaan-pertanyaan yang lumayan bikin kesel, ya. 

Sabar ya Moms, menyusui memang susah-susah gampang. Masuk ke pembahasan mengenai ASI. ASI sebenarnya diproduksi berdasarkan permintaan dari bayi. Jadi kalau ada isapan dari bayi, maka ASI akan keluar, kelenjar susu akan mulai berproduksi lagi. Jadi semakin sering disusukan, ASInya bisa makin banyak. Ini terjadi pada Moms yang pumping, kalau terlambat jam pumping-nya, bisa mbangkaki tuh payudaranya.

Moms, ASI-ku keluarnya sedikit, cuma setetes aja, gimana dong? Susuin terus ya, Moms! Dulu karena saya penasaran, saya pompa payudara saya dengan pompa ASI manual, itu seminggu setelah pulang dari RS ya. Hasilnya payudara kanan dan kiri 40 mililiter saja. Sekarang? Wah sudah enggak pernah cek Moms, yang jelas tiga bulan usia dedek beratnya sudah 7 kilogram, padahal waktu lahir beratnya 3.2 kilogram dan sempat jadi 3 kilogram sebelum pulang dari RS karena ASI enggak keluar.

Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutterstock

Resepnya? Disusuin terus. Lecet dan sakit Moms, gimana dong? Perbaiki pelekatan bayi dan Moms. Pastikan kalau menyusui, posisi bayi menghadap ke arah Moms, perut bayi menempel ke perut Moms, dagu bayi menempel pada payudara Moms, areola (daerah cokelat di sekitar puting Moms) bisa masuk sebanyak mungkin ke mulut bayi, jadi enggak cuma putingnya saja yang masuk ya Moms, kalau itu dijamin bisa lecet bahkan sobek sampai berdarah.

Sudah masuk ni areolanya tapi masih lecet. Oke, mungkin Moms butuh bantuan, coba ke klinik laktasi ya, bisa ke RS atau ke bidan setempat, nanti mereka bakal cek pelekatan kita, sudah benar atau belum, dan cek juga apakah ada kendala fisik yang mengganggu proses menyusui, misalnya tongue tie atau lip tie.

Terus, peran Dads apa? Kasih semangat Moms buat terus menyusui, yakinkan kalau Moms pasti bisa. Dan satu lagi tips dari saya, kalau malam hari sebelum tidur, minta Dads buat pijat punggung dan pundak, ya Moms. Ini adalah teori pijat oksitosin yang saya dapat dari bidan saya. Pakai minyak zaitun aja Moms pijatnya, gerakannya memijat pundak, diremas-remas, kemudian untuk yang punggung di pijat, ditekan dari atas ke bawah. Ini berefek di saya ya Moms, kalau bangun pagi, pasti payudara sudah berasa kencang, penuh terisi ASI. Silakan dicoba di rumah. Semangat mengASIhi ya, Moms!