Konten dari Pengguna

Pengalaman Saya Saat Menyusui Anak Pertama

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengalaman Saya Saat Menyusui Anak Pertama

Masa-masa menyusui itu bagaikan roller coaster buat saya. Banyak hal yang challenging, ups and downs yang saya lalui. Apalagi saat itu saya ibu baru, yang belum punya pengalaman sama sekali.

Pertama, saat baru lahir, ASI masih sedikit, latch on belum baik alhasil puting lecet, bayi mengamuk karena lapar dan haus, berat badan bayi naiknya seret, berujung bayi jaundice. Sebagai ibu baru, saat itu saya sangat bingung, karena saat hamil saya tidak menyangka perjalanannya akan seperti ini. Setelah menenangkan diri, saya mulai membaca dan menonton video posisi menyusui yang benar, cara pelekatan yang benar, apa yang harus dipantau untuk menilai bayi cukup ASI. Masa-masa newborn ini saya kejar untuk meningkatkan supply ASI dengan rutin mompa tiap 2 jam dan melakukan Power Pumping. Alhamdulillah, perlahan ASI mulai banyak dan berat bayi mulai meningkat pesat.

Kedua, saat usia 1 bulan, saya mengalami Hyperactive Let Down Reflex. Buat ibu dengan bayi yang suka ASI deras, mungkin menguntungkan, tapi bayi saya tipe yang suka kesel dan tersedak saat ASI terlalu deras, alhasil bayi mogok menyusu. Solusi yang saya lakukan saat itu adalah sebelum menyusui, saya pompa payudara saya kurang lebih 5 menit untuk sedikit mengosongkan payudara, sehingga tidak terlalu penuh dan aliran ASI tidak terlalu deras. Selain itu, posisi menyusui saya ubah, dari posisi cradle hold menjadi berbaring. It’s work moms! Bayi saya lebih anteng saat menyusu dan jarang tersedak.

Ketiga, saat berusia 7 bulan, bayi saya mengalami Nursing Strike akibat bingung puting karena penggunaan Dot. Setiap saya tawarkan DBF, bayi saya langsung meraung-raung, sedangkan bila diberikan dengan botol dot bayi saya anteng saat menyusu. Saya sempat bingung saat itu, setelah googling sana-sini, ternyata bayi saya sedang Nursing Strike. Saat itu juga saya hentikan pemberian ASIP melalui botol, memperbanyak skin to skin dan melakukan sounding pada bayi saya. Bila saat ini bayi moms sedang mengalami Nursing Strike, coba moms evaluasi kembali apa yang membuat bayi mogok menyusu, karena ada banyak sekali penyebabnya.

Keempat, Bayi mulai MPASI, saya mulai malas-malasan mompa, karena jujur yah moms, rasanya capek banget sebagai working mom mompa, menyusui, belum lagi pekerjaan rumah, benar-benar menguras energi saya. Alhasil produksi ASI saya menurun drastis, yang awalnya tiap mompa dapat 200-300 ml/15 menit, menjadi 100 ml/15 menit. Kalau sudah seperti ini, mau tidak mau saya harus melakukan power pumping yah moms. Saya sangat menyesal karena tahu bahwa ASI itu Supply = demand, tapi tetap bandel malas-malasan mompa. Bila saat ini moms mengalami hal yang sama, moms dapat mencoba melakukan power pumping untuk meningkatkan produksi ASI.

Semoga pengalaman saya membantu yah moms!