Pengalaman Umrohku Membawa Bayi 10 Bulan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengalaman Umrohku Membawa Bayi 10 Bulan

Sharing pengalamanku membawa bayi 10 bulan perjalanan umroh. Sebelumnya, saya tidak tahu bakal seperti apa nanti di perjalanan membawa bayi yang terkadang perjalanan menggunakan mobil saja dia cranky. Sedangkan saya dan suami harus membawa dia menempuh perjalanan jauh dengan menggunakan pesawat selama 9 jam dan 1.5 jam menggunakan bus untuk sampai di kota mekkah.
Well, kita harus positive thinking. Karena yang menjaga melindunginya hanyalah Allah Swt. Its okaay, persiapan pun benar-benar matang. Beginilah list barang bawaan khusus Braga:
1. Stel baju sebanyak 20 simpan koper, 4 stel simpan tas ransel yang masuk kabin 2. Diapers 36 buah simpan koper, 4 buah simpan tas ransel 3. Makanan fortifikasi 5 dus beda-beda rasa. Snack ringan kesukaan Braga 3 kotak. Karena snack ini membantu agar dia tidak rewel. (Oh iya makanan fortifikasi ini sebagai jaga-jaga ketika tidak ada makanan yang biasa dia makan di Indonesia) realnya dimakan hanya 1 dus saja. Sisanya dia mau makanan di Arab dan menyesuaikan makanan yang ada di sana 4. Stroller ringan dari iron baby, cocok untuk travelling, berat hanya 4.9 kg dan ada penutup di kepala yang bisa buka tutup 5. Selimut dan jaket 6. Kaos kaki 7 pasang 7. Pakaian ihram dan gamis 8. Topi (karena di sana panas hingga 40o) 9. Botol susu dan 1 dus susu formula (untuk jaga-jaga walaupun sebenarnya Braga menyusu dengan direct breast feeding sedari dia lahir) 10. Sabun dan shampoo bayi serta handuk dan sikat gigi
Selama perjalanan, di pesawat hanya ada bayi saya yang berusia di bawah 1 tahun. Saya banyak berdoa dan mengajak komunikasi Braga agar dia tidak mengganggu penumpang lain karena tangisannya. Saat memasuki pesawat, saya request sama pramugari untuk menyediakan baby bassinet dengan berat maksimal bayi 11 kg. Kemudian saya diminta pindah ke depan karena bassinet hanya tersedia di bagian depan dekat dengan pintu exit darurat. Setelah take off, saya menyusui Braga hingga dia tertidur dan saya letakkan di bassinet. Dalam pesawat Saudia dapat jatah makan bayi dan diberi gift for infant. Begitu Braga bangun, saya beri dia makan dan cemilan roti. Ketika dia mulai bosan, saya ajak dia jalan dalam pesawat bergantian dengan suami saya. Bermain dengan pramugari. Bermain di bawah tempat duduk dengan mainan yang saya bawa. Dan senangnya hati saya ketika lulus tidak rewel selama 9 jam di pesawat, tetapi dia hanya tidak biasa pakai pakaian ihram sehingga sering memberontak. Sesampai di jeddah, dia rewel minta menyusu lalu tertidur selama perjalanan ke mekkah dengan bus.
Kegiatan ibadah umroh berlangsung, Braga mengikutinya dengan baik dan tidak cranky. Hanya saja dia minta susu ketika tawaf berlangsung. Braga begitu menikmati ibadahnya sampai tengah malam. Dia tertidur ketika selesai kegiatan ibadah umroh.
Karma baik menghampiri Braga, selama shalat di masjidil haram maupun masjidil nabawi. Alhamdulillah berkat doa dan komunikasi yang baik, Braga tidak sekalipun menangis, dia mengerti keadaan, dia tidak terpancing tangisan-tangisan bayi lain, dia menikmati dan menunggu orang-orang selesai shalat. Braga hanya bermain di depan saya dan tidak mengganggu jamaah lain. Saya sangat senang karena anak saya begitu pengertian walaupun baru berusia 10 bulan. Dia mau diajak main dengan orang beda negara, dia selalu dielus dan dicium orang-orang yang berjumpa dengannya. Bahkan, beberapa orang memberi dia hadiah seperti gamis, mainan, kopiah. Braga begitu disukai orang yang melihatnya.
Saat raudhah, orang berlarian dan berhimpitan. Ketika itu, Braga dititipkan dan digendong oleh mutawwif perempuan dari rombongan umroh kami. Alhamdulillah Braga baik dan tidak rewel. Kuncinya, hanya yakin dan percaya sama yang maha kuasa. Berdoa dan terus percayakan komunikasikan dengan anak. Walaupun anak masih bayi, saya rasa dia sudah mengerti :)
Selama di hotel, dia ikut makan dengan makanan yang ada di hotel. Sebelumnya, dia belum bisa makan nasi dan roti. Di sana, dia bisa makan nasi dan roti. Saat di sana pula, Braga bisa berjalan tepatnya di usia 10 bulan 9 hari di masjidil haram. Dan makin berani berjalan saat di masjid nabawi. Begitu banyak rasa syukur yang saya panjatkan, banyak hal tak terduga yang saya dapatkan untuk Braga selama di sana. Terima kasih Ya Allah. Terima kasih Braga membawa kebahagiaan Bunda dan Abinya serta orang di sekitarnya:) Semoga menjadi anak sholeh, Cerdas dan menjadi manusia berguna bermanfaat bagi agama, keluarga, bangsa dan negara aamiin.
