Konten dari Pengguna

Pengalamanku Atasi Saluran ASI Tersumbat

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengalamanku Atasi Saluran ASI Tersumbat

Menyusui adalah kodrat setiap wanita pasca menjalani proses melahirkan. Saya sendiri termasuk pada tipe perempuan dengan tingkat kesuburan yang tinggi. Saat masa kehamilan saya memasuki usia 20 minggu, payudara saya sudah mulai memproduksi air susu, dan jika putingnya di pencet maka akan mengeluarkan air susu.

Maka tidak heran, sesaat saya setelah melahirkan, proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dapat saya lakukan dengan mudah karena memang air susu saya sudah keluar. Tetapi masalah berlanjut, ketika saya sampai rumah. Bayi saya yang jam tidurnya masih banyak, membuat payudara sakit karena ASI tidak dikeluarkan. Terlebih waktu itu, saya tidak menyiapkan Pompa ASI.

Masalah yang saya alami adalah saluran ASI tersumbat atau istilah kedokterannya clogged Duct/Plugged Duct, terjadi pada payudara saya yang sebelah kiri. Payudara saya terasa sangat kencang, sakit jika disentuh, hampir terlihat seperti buah mangga mengkal.

Akhirnya setelah bertanya kepada orang tua, dan membaca beberapa artikel tentang aliran ASI yang tersumbat, saya mencoba mengatasi dengan cara:

1. Saya kompres mengunakan air hangat

Saya mencoba meredakan bengkak yang terjadi pada payudara dengan mengkompresnya dengar air hangat. Saya mengunakan handuk yang saya celupkan pada air hangat dan kemudian saya tempelkan kepada payudara.

2. Melakukan Pijat Payudara

Selama proses mengkompres payudara dengan air panas, saya juga melekukan pijatan lembut payudara kearah putih. Jangan lupa untuk menadahi air susu yang keluar saat proses pemijatan.

3. Memompa ASI Mengunakan Alat

Cara ini cukup membantu apabila kompresan dan pijatan kurang membantu. Memompa ASI keluar mengunakan alat pumping sangat cepat mengurangi volume ASI yang ada di dalam payudara.

4. Susui Si Kecil Sesering Mungkin

Aturan Dokter adalah bayi menyusu setiap 2 jam sekali. Tetapi tidak ada salahnya jika kita menyusui bayi kita sesring mungkin untuk menghindari tersumbatnya kembali saluran ASI.

5. Dukungan Suami

Saya mengalami Sumbatan Saluran ASI bebrapa kali, dan kebetulan suami selalu membantu saya untuk mengatasi. Seperti memijat punggung, juga menyiapkan air hangat. Hal ini cukup terbukti mengurangi nyeri yang terjadi.

Demikian cara-cara saya moms dalam mengatasi Saluran ASI yang Tersumbat.