Pengalamanku Operasi FAM Payudara

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengalamanku Operasi FAM Payudara
Pengalaman pedih yang menimpa saya atas perginya saudara saya karena kanker nanah payudara yang dideritanya membuat saya akhirnya sering melakukan SADARI bahkan setiap hari selalu saya periksa dengan teliti.
Sampai suatu hari saya menemukan 2 buah benjolan di sisi dekat ketiak payudara kanan saya.Makin diraba makin jelas tapi tidak sakit sama sekali.
Saat itu segera kami pergi ke dokter umum untuk diperiksa benjolan ini apakah berbahaya atau hanya kram otot saja. Setelah diperiksa dokter hanya dapat menduga kemungkinan ini FAM katanya atau tumor jinak yang biasa menyerang wanita 15-35 tahun.
Dokter umum meresepkan saya obat katanya kalau benjolan ini tidak sembuh setelah minum obat makan saya harus pergi ke dokter bedah. 2 minggu berlalu benar saja benjolan ini tidak hilang malah tempatnya berpindah ke bagian atas daerah puting.
Tidak menunggu lama saya segera pergi ke dokter bedah dan analisanya sama seperti dokter umum kemarin kemungkinan benjolan ini adalah FAM. Lalu dokter membuatkan jadwal lab, rontgen dan USG payudara untuk pengecekan hasil yang lebih akurat.
Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan USG dan rontgen akhirnya diketahui bahwa memang benjolan di payudara saya ini adalah FAM (Fibroadenoma Mamae) dengan ukuran 1,1 milimeter.
Kata dokter FAM ini tumor jinak tidak berbahaya tetapi kasusnya kritis, beberapa kasus bisa sembuh dengan obat tapi ada juga kasus yang bisa sembuh hanya dengan cara operasi atau pengangkatan benjolan itu.
Akhirnya saya membuat jadwal operasi karena dokter lebih menyarankan saya operasi saja. Saya pun operasi dalam keadaan dibius total, sama sekali tidak merasa sakit atau apa, setelah sadarpun saya tidak merasa sakit atau ada yang aneh dengan payudara saya, semua terasa normal.
Hanya 2 malam saya menginap di ruang inap selanjutnya sudah boleh pulang. Untuk total biaya yang saya keluarkan berada di kisaran 7 jutaan di Rumah Sakit Umum, itu hanya untuk biaya operasi dan rawat inap selama 3 hari 2 malam. Karena obat tetap kami tebus sendiri tapi kadang sudah dibawa oleh perawat di sana. Semua itu juga belum termasuk biaya konsultasi, Lab, rontgen dan USG.
Pesan dokter bedah:
1. Meski sudah melakukan operasi pengambilan, FAM bisa muncul lagi lain waktu karena hormon.
2. Jangan terlalu banyak menggunakan kaldu atau MSG karena itu bisa merangsang timbulnya benjolan di payudara.
3. FAM bisa terjadi pada wanita usia 15-35 tahun.
Sekian cerita pengalaman FAM yang saya alami semoga dapat diambil manfaatnya moms.
