Pengalamanku saat ASI ku Tercampur dengan Darah

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengalamanku saat ASI ku Tercampur dengan Darah
Tepatnya bulan april lalu waktu clive berumur 18 bulan, saya mendapati hasil pompa asi saya berwarna merah kecokelatan. Saya sangat kaget ketika mau menyeduh asi dari botol penyimpanan ke botol susu yang akan diminum clive itu agak berwarna keruh. Padahal asi tersebut masih belum ada 4 jam di suhu normal jadi tidak mungkin kalau asi itu rusak apalagi sebelumnya bahkan sampai 6 jam di suhu normal tidak pernah berubah warna.
Saat itu juga saya membuang asi tersebut, dan berpikir padahal puting tidak ada luka masa iya botol kotor. Keesokan harinya saat pompa, saya kaget bukan main karena tetesan pertama asi saya adalah darah segar. Ya saat itu memang payudara saat dipompa terasa nyeri lumayan sakit. Segera saya memberhentikan pompa saat itu juga. Padahal puting tidak ada luka sama sekali, semakin khawatir lalu malamnya kontrol ke dokter. Menurut dokter keluarnya darah masih wajar karena beberapa ibu menyusui akan mengalaminya. Dan memang disarankan untuk membuang asi yang sudah tercampur darah.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan keluarnya darah pada ASI, yaitu:
1. Luka pada puting. Dalam kasus saya ini sama sekali tidak ada luka.
2. Pembuluh darah pecah, dapat terjadi karena cedera pada payudara dan cara menggunakan breastpump yang tidak tepat. Nah, untuk kasus saya ini menurut dokter karena pembuluh darah yang pecah.
3. Pelebaran pembuluh darah, atau sindrom Rusty Pipe, dimana terjadi peningkatan aliran darah di payudara.Kemungkinan dalam kasus saya ini bukan karena ini yang biasanya lebih terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan.
Ada beberapa tips untuk mencegah atau mengobatinya :
1. Pastikan memompa dengan cara yang tepat dan sebelum pompa atau menyusui secara langsung pun sebaiknya biasakan untuk membasahi daerah puting dengan asi supaya tidak kering. Memompa dengan level daya hisap paling kecil kemudian perlahan naik level supaya payudara tidak kaget saat mulai dipompa.
2. Jika ada luka pada puting, rawat dengan memberikam salep khusus sehingga mempercepat proses penyembuhan.
