Pengalamanku sebagai Ibu dengan Kondisi Hiperlaktasi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa sih Moms yang enggak senang kalau diberikan anugerah Air Susu Ibu (ASI) yang melimpah dan lancar? Pasti semua ibu akan senang. Tetapi kalau sudah oversupply ASI atau hiperlaktasi siapa sangka hal ini malah jadi masalah buat kita dan sang buah hati.
Saya adalah ibu menyusui yang mempunyai supply ASI yang berlebih atau hiperlaktasi.
Apa itu hiperlaktasi? Hiperlaktasi adalah kondisi di mana tubuh memproduksi lebih banyak ASI dibandingkan yang dibutuhkan baby kita. Jadi, ASI yang keluar ini sangat deras dan cepat, Moms. Keadaan seperti ini membuat baby kita kesulitan menyusui dengan nyaman.
Saya sering kali menemukan komentar saat lagi sharing dengan teman-teman seperjuangan 'mengASIhi', mereka bilang, "Wah senang ya, Moms, ASInya deras terus sampai ngucur gitu?" Padahal aslinya, penuh perjuangan banget lho, Moms, supaya baby kita tetap bisa nyaman dengan keadaan seperti ini.
Masalah 'perASIan' itu bukan hanya dialami oleh ibu menyusui (busui) dengan ASI kurang lho, ternyata busui dengan ASI berlebih juga sering menghadapi problem yang enggak gampang.
Sejak awal menyusui baby-ku, Valya, sampai saat ia berusia 3 bulan problem ini masih berlanjut, dan setiap aku konsultasi dengan bidan, dokter, maupun teman yang senasib dengan aku yakni punya pengalaman hiperlaktasi, solusinya adalah satu, perah.
Banyak ibu menyusui berpikir produksinya keren banget, bisa melimpah gitu ASI-nya. Tapi Moms, tahukah bagaimana rasanya?
Berdasarkan pengalamanku, ada beberapa hal yang kurang menyenangkan baik untuk aku maupun bayiku.
Payudara Sering Bengkak, Risiko ASI Tersumbat dan Mastitis
Ini adalah pengalamanku yang paling berat dan menyakitkan. Saya mengalami bengkak, bahkan sering kali membuat demam dan panas dingin. Pernah juga mengalami mastitis yang sangat luar biasa sakitnya. Apalagi saat di luar rumah, rasanya takut kalau payudara cepat penuhnya dan bikin bengkak. Mau nyusuin tapi bayiku belum lapar, duh makin galau, Moms.
Bayi Merasa Tidak Nyaman saat Menyusu
Nah ini juga bikin aku was-was dan sering panik, karena bayiku ini selalu ketakutan kalau menyusu dengan aliran ASI yang deras dan muncrat.
Valya ini sudah pintar ngatur kapan dia kenyang kapan dia lapar. Dengan aliran yang super deras gitu dia cuma bertahan lima menit saja, padahal lima menit itu belum sampai kosong payudaraku. Dan itu artinya dia cuma dapat foremilk-nya belum hindmilk-nya.
Berat Bayi Seret
Sedih banget Moms, waktu vaksin kemarin sekalian nimbang berat Valya tapi hasilnya enggak sesuai dengan standar Kartu Menuju Sehat (KMS).
Bayi yang harusnya bisa naik minimal 900 gram, tapi Valya cuma naik 400 gram. Padahal dia minumnya kenceng, namun setelah aku konsultasi sama dokter penyebabnya adalah Valya belum dapat hindmilk-nya. Di akhir-akhir saat menyusui perutnya udah keburu kenyang.
Rembes Payudara Walaupun sedang Menyusui
Tiap bangun tidur, tak jarang baju basah semua karena ASI yang merembes entah karena payudara yang tertekan atau saat menyusui baby-ku.
Bagiku, menjadi ibu menyusui dengan oversupply ASI memang sebuah berkah dan kebahagiaan yang tiada tara. Tapi, sering kali ia juga membawa ujian dan tidak seindah yang dibayangkan. Jadi butuh perjuangan dan kesabaran juga.
Namun apapun ujiannya seorang ibu menyusui harus tetap semangat mengASIhi demi memberikan yang terbaik untuk sang buah hati kita.
