Konten dari Pengguna

Pengapuran Plasenta: Plasenta Sudah Tua Di Kehamilan 28 Minggu

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengapuran Plasenta: Plasenta Sudah Tua Di Kehamilan 28 Minggu

Pengapuran Plasenta: Plasenta Sudah Tua Di Kehamilan 28 Minggu
zoom-in-whitePerbesar

Halo Moms, Mama Vivi mau cerita nih seputar pengapuran plasenta yang dialami saat  mengandung Baby Alfa. Pernahkah Moms mendengar mengenai pengapuran plasenta? Pengapuran plasenta adalah hal wajar dialami oleh ibu hamil, seiring mendekati hari perkiraan kelahiran bayi maka plasenta pun menua. Namun bagaimana jika penuaan plasenta terjadi di usia kehamilan dibawah 30 weeks?

Di awal kehamilan, Mama Vivi hampir tidak pernah merasakan keluhan sama sekali, gejala morning sickness seperti mual dan muntah pun tak dirasakan. Kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dan tiba-tiba di usia kandungan 28 weeks dokter kandungan yang memeriksa pada saat dilakukan USG mengatakan bahwa plasentanya sudah tua.

Saat itu, dokter tidak banyak memberikan penjelasan, saat cek plasenta melalui USG terlihat titik-titik putih yang cukup banyak dan saat ditanya apa penyebabnya menurut dokter biasanya disebabkan karena darah tinggi. Namun saat itu tekanan darah terpantau normal setiap kali kontrol, jadi penyebab pastinya belum diketahui.

Dari hasil penelusuran di web alodokter dengan judul artikel ‘kenali pengapuran plasenta pada masa kehamilan’ Mama Vivi mendapatkan informasi yang cukup lengkap. Terdapat tingkatan keparahan pengapuran plasenta, dan yang digaris bawahi dari penjelasan di web bahwa ”pengapuran plasenta merupakan hal yang umum terjadi. Namun jika perubahan pada plasenta ini terjadi tidak sesuai dengan usia kehamilan, misalnya tingkat perkapuran sudah lanjut namun usia kehamilan masih muda, maka hal tersebut kemungkinan bisa disebabkan oleh masalah dalam kandungan’.

Mama Vivi pun bergabung di Grup Ibu Hamil Indonesia dan mencari informasi dari sesama anggota grup yang pernah mengalami masalah yang sama. Ternyata cukup jarang yang mengalami kasus pengapuran plasenta grade 3 di trimester 2 kehamilan. Namun dokter menjelaskan agar tidak terlalu khawatir berlebihan, yang terpenting tetap dipantau, makan dan minum yang cukup dan yang terpenting ibu hamil itu harus bahagia, jangan stres.

Setelah diketahui pengapuran plasenta di grade 3, Mama Vivi dijadwalkan untuk lebih sering kontrol kehamilan yakni setiap dua minggu sekali untuk memantau kondisi kehamilan. Saat itu diketahui bahwa berat badan janin (bbj) setiap di cek selalu dibawah berat badan janin normal yang sesuai dengan usianya, penambahan BBJ pun tidak bertambah dengan signifikan dan level air ketuban yang kurang dari seharusnya. Dokter menjelaskan bahwa ada kemungkinan kelahirannya dipercepat, karena di khawatirkan bayi tiba-tiba meninggal di dalam kandungan. Kehamilan pun dilanjutkan dengan pemantauan ketat setiap minggu sampai usia kandungan 37weeks.

Saat usia kehamilan masuk ke minggu 30, tekanan darah Mama Vivi yang sedari awal kehamilan terpantau normal menjadi naik ke 130/80. Dokter memberi obat untuk mengontrol tekanan darah dan beberapa macam vitamin juga obat untuk pematangan paru. Akhirnya saat memasuki minggu kehamilan ke 37, dokter merencanakan untuk proses kelahiran. Pada surat rujukan terdapat 2 indikasi medis yang dialami Mama Vivi yakni preeklampsia ringan dan oligohidraminion berat. Saat itu dapat di upayakan untuk proses kelahiran normal dengan dipacu jika kondisi memungkinkan, namun mempertimbangkan hasil evaluasi akhirnya janin dilahirkan dengan SC.

Plasenta adalah sumber kehidupan bagi janin, melalui plasenta disalurkan darah yang mengandung nutrisi dan oksigen untuk janin hidup dan berkembang. Saat terjadi masalah pada plasenta tentunya berpengaruh pada tumbuh kembang janin. Jadi sangat penting sekali moms kontrol rutin ke dokter kandungan untuk cek kehamilan dan yang terpenting ibu hamil harus menjalankan pola hidup sehat, jangan stres harus bahagia.

Jika Moms mengalami permasalahan yang sama, lebih baik moms segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan jangan stres karena akan berpengaruh pada kondisi kehamilan. Sekian cerita Mama Vivi tentang pengalaman kehamilan dengan pengapuran plasenta grade 3 di usia kehamilan 28 minggu.