Pengertian, Penyebab, dan Gejala Mastitis

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mastitis adalah penyakit yang menyerang payudara. Peradangan pada jaringan payudara bisa menyebabkan infeksi dengan cepat. Jika infeksi terjadi, maka artinya ada bakteri tumbuh di jaringan yang meradang.
Penyebab paling umum mastitis adalah ASI yang menumpuk di payudara. Jika Moms memproduksi ASI lebih cepat daripada pengeluaran ASI tersebut, keadaan itu disebut stasis susu.Stasis ASI dapat terjadi ketika si Kecil tidak minum ASI dalam jumlah cukup saat menyusui. Penyebabnya mungkin karena si Kecil tidak menyusu dengan benar. Jika si Kecil memiliki tongue-tie, dia juga mungkin mengalami kesulitan menyusui dengan benar.
Jika si Kecil tidak menempel dengan baik pada satu payudara, hal itu dapat menyebabkan puting Moms terasa sakit dan membuat Moms enggan menyusu di sisi yang sakit. Ini dapat menyebabkan pembengkakan, stasis susu, dan kemudian mastitis. Jika si Kecil lebih suka satu payudara, hal tersebut juga dapat menyebabkan mastitis pada payudara yang jarang menyusu.
Hal berikut juga dapat menyebabkan mastitis:
- Pembengkakan payudara yang tidak kembali normal, mungkin karena si Kecil tidak minum ASI karena tidur sepanjang malam
- Ada jarak panjang antara sesi menyusui satu dengan lainnya
- Cedera pada payudara
- Tekanan pada payudara karena pakaian ketat, posisi tidur salah, atau sabuk pengaman terlalu kencang
Gejala-gejala mastitis sebagai berikut:
- Area sekitar payudara merah, keras, sakit, panas, dan/atau bengkak
- Ada benjolan yang disebabkan karena penumpukan susu di payudara (saluran tersumbat)
- Gejala flu seperti panas dingin, sakit kepala, kelelahan, dan suhu tubuh lebih dari 38,5 derajat Celcius
Jika didiagnosis dini, mastitis mudah dan cepat diobati. Tidak lama kemudian, Moms akan merasa lebih baik. Moms mungkin akan disarankan untuk mengonsumsi antibiotik oleh dokter. Moms mungkin juga akan diminta menjalani tes untuk mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan mastitis sehingga dokter dapat memilihkan obat yang tepat.
Meskipun Moms mungkin merasa tidak sehat dan tidak nyaman, mastitis tidak akan memengaruhi si Kecil. Sangat aman baginya untuk menyusui dari payudara Moms yang sakit. Akan tetapi, dia mungkin akan merasa ASI yang keluar dari payudara yang sakit sedikit lebih asin daripada biasanya. Bahkan jika Moms menderita mastitis infektif dan si Kecil menelan bakteri dalam ASI, bakteri tersebut akan dimatikan oleh asam di perutnya.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist
