Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pengobatan Penyakit Asam Lambung

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Definisi dan penyebab penyakit asam lambung (GERD)
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau yang biasa disebut penyakit asam lambung didefinisikan sebagai kondisi nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada karena naiknya asam lambung menuju esofagus. Kondisi ini biasanya terjadi karena lower esophageal sphinchter (LES) longgar dan tidak menutup dengan baik sehingga membuat asam dan makanan yang ada di lambung kembali ke esofagus atau keluar dari perut. Kelainan perut tersebut dinamakan hernia hiatal.
Faktor risiko umum lainnya untuk penyakit asam lambung adalah:
Makan dalam jumlah besar atau berbaring tepat setelah makan
Kelebihan berat badan atau obesitas
Makan makanan berat dan berbaring telentang atau membungkuk di pinggang
Makan makanan kecil dekat dengan waktu tidur
Makan makanan tertentu seperti jeruk, tomat, cokelat, mint, bawang putih, bawang merah, atau makanan pedas atau berlemak
Minum minuman mengandung kafein, alkohol, dan minuman berkarbonasi
Merokok
Sedang hamil
Minum aspirin, ibuprofen, pelemas otot tertentu, atau obat tekanan darah
Gejala penyakit asam lambung (GERD)
Berikut ini gejala-gejala yang umum dialami penderita penyakit asam lambung :
Kerongkongan terasa asam dan pahit
Sensasi terbakar di dada
Nyeri di ulu hati terutama setelah makan dan saat membungkuk
Sakit dada
Ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan saat menelan (disfagia)
Peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara parau/serak
Batuk kering tanpa henti, biasanya paling parah terjadi di malam hari
Perut kembung dan sering bersendawa
Sulit dan merasa nyeri saat menelan
Mengi
Gigi rusak (erosi gigi)
Bau napas tidak sedap
Produksi air liur meningkat tiba-tiba
Asma dan pneumonia berulang
Sakit tenggorokan kronis
Mual
Muntah, muntah darah
Feses berdarah atau hitam
Cegukan yang tidak mereda
Penurunan berat badan tanpa alasan yang diketahui
Diagnosis penyakit asam lambung
Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan pasien untuk mengetahui apakah pasien tersebut terkena penyakit asam lambung atau tidak. Beberapa tes lanjutan berikut ini mungkin disarankan dokter untuk mendiagnosis GERD :
Tes darah
Tes barium
Endoskopi
Manometri
Pengukuran pH di esofagus
Biopsi
Pengobatan penyakit asam lambung
Asam lambung dapat dicegah, diobati sendiri oleh penderita, mengonsumsi obat-obatan khusus, hingga operasi. Berikut ini langkah-langkah yang dapat diambil untuk menghindari timbulnya GERD :
Makan dengan porsi kecil lebih sering sepanjang hari dan modifikasi jenis makanan yang dimakan
Berhenti merokok
Tidur dengan kepala lebih tinggi
Makanlah setidaknya dua hingga tiga jam sebelum berbaring
Cobalah tidur di kursi untuk tidur siang
Jangan menggunakan pakaian ketat atau sabuk ketat
Berolahragalah secara teratur
Ubahlah diet makanan sehingga aman bagi perut
Tanyakan kepada dokter obat yang dapat memicu mulas atau gejala penyakit asam lambung lainnya
Hindari stres
Jangan minum alkohol dan kopi
Hindari makan coklat, tomat, makanan berlemak, dan makanan pedas
Berikut ini obat-obatan yang dapat mengatasi penyakit asam lambung :
Alginat
Antasida
Penghambat reseptor H2
Penghambat pompa proton
Prokinetik
Semoga bermanfaat.
