Pengertian, Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan Anemia
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengertian anemia
Anemia adalah kondisi saat penderita tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh. Anemia dapat membuat penderita merasa lelah dan lemah. Kondisi ini bisa bersifat sementara atau jangka panjang, dan bisa berkisar dari ringan hingga berat.
Penyebab anemia
Ada beberapa jenis anemia yaitu anemia defisiensi besi, anemia defisiensi vitamin, anemia karena penyakit kronis, anemia aplastik, anemia yang berhubungan dengan penyakit sumsum tulang, anemia hemolitik, anemia sel sabit, dan anemia lainnya (misalnya talasemia dan anemia malaria). Berikut ini faktor yang meningkatkan risiko anemia :
Kekurangan vitamin tertentu (misalnya kekurangan zat besi, vitamin B-12, dan folat)
Gangguan usus (misalnya penyakit selianka dan penyakit Crohn)
Menstruasi
Kehamilan
Kondisi kronis tertentu misalnya kanker, gagal ginjal, dll.
Kehilangan darah kronis yang lambat
Sejarah keluarga (keturunan)
Faktor lain termasuk riwayat infeksi tertentu, penyakit darah dan gangguan autoimun, alkoholisme, paparan bahan kimia beracun, dan penggunaan beberapa obat tertentu
Orang yang berusia di atas 65 tahun lebih berisiko terkena anemia
Gejala anemia
Tanda dan gejala anemia bervariasi tergantung pada penyebab anemia tersebut. Gejala umum termasuk :
- Kelelahan
- Lemah
- Kulit pucat atau kekuningan
- Detak jantung tidak teratur
- Sesak napas
- Pusing atau merasa kepala ringan
- Sakit dada
- Tangan dan kaki dingin
- Sakit kepala
- Sering infeksi
- Rambut rontok
- Lidah bengkak
- Terkena sindrom kaki gelisah (kaki seperti dialiri listrik)
Komplikasi anemia
Jika tidak diobati, anemia dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti :
- Kelelahan parah sehingga tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sehari-hari
- Komplikasi kehamilan
- Masalah jantung
- Kematian
Pencegahan anemia
Beberapa jenis anemia seperti anemia defisiensi besi dan anemia defisiensi vitamin dapat dicegah dengan cara :
Memakan makanan kaya vitamin dan nutrisi termasuk zat besi, folat, vitamin B-12, dan vitamin C
Pertimbangkan untuk mengonsumsi multivitamin apabila memiliki riwayat keluarga dengan anemia bawaan
Melakukan langkah-langkah pencegahan malaria

