Pengidap Lupus Wajib Perhatikan Hal Ini sebelum Hamil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengidap Lupus Wajib Perhatikan Hal Ini sebelum Hamil
Lupus tidak akan mencegah Moms untuk hamil dan melahirkan. Namun, kata dokter umum dan ahli kesehatan bayi & perempuan, Morag Martindale, sebelum mulai mencoba hamil, Moms harus mengerti bahwa hamil dan melahirkan itu melelahkan. Moms harus dalam kondisi bugar dan sehat. Oleh karena itu, Martindale menyarankan untuk tidak mencoba hamil saat lupus Moms aktif. Jika tidak, Moms berisiko harus mengatasi kelelahan, nyeri sendi, dan ruam kulit saat menjalani kehamilan.
Banyak wanita dengan lupus ringan menjalani kehamilan secara normal. Akan tetapi, Moms harus sering berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba untuk hamil. Dokter dapat merujuk Moms ke spesialis sehingga kehamilan Moms dapat direncanakan dan dikelola dengan dukungan tambahan.
Jika Moms mengunjungi klinik reumatologi secara rutin, tanyakan kepada ahli reumatologi atau salah satu perawat spesialis apakah mereka dapat memberikan Moms saran pra-konsepsi. Jika tidak, minta mereka untuk merekomendasikan layanan saran pra-konsepsi lokal kepada Moms.
Tentunya, Moms ingin mengendalikan lupus dengan menggunakan obat-obatan yang aman untuk ibu hamil. Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati lupus meliputi:
- Parasetamol
- Steroid yang disebut prednisolon
- immunosuppressant azathioprine (obat penekan reaksi oleh sistem kekebalan tubuh)
- hydroxychloroquine (obat anti-malaria untuk membantu mengurangi peradangan)
Jika Moms mengonsumsi Immunosuppressant azathioprine dan hydroxycloroquine, Moms harus berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis sebelum hamil. Ini akan memastikan bahwa Moms menggunakan kombinasi obat teraman untuk mengendalikan lupus.
Lupus juga dapat memengaruhi siklus menstruasi dan ovulasi yang mungkin menunda terjadinya konsepsi. Selain itu, lupus berpotensi pula memengaruhi si Kecil selama penyakit kambuh. Pertumbuhan si Kecil mungkin terpengaruh, dan Moms akan berisiko lebih tinggi mengalami keguguran/lahir mati.
Sindrom Hughes, juga dikenal sebagai sindrom antifosfolipid (APS), adalah kondisi autoimun yang dapat berkembang bersama lupus. APS dapat didiagnosis dengan tes darah. Moms dapat mengetahui apakah Moms mengembangkan kondisi ini atau tidak selama kehamilan. Jika ya, dokter akan membuat rencana perawatan apa saja yang Moms perlukan selama kehamilan.
Moms rentan terhadap pembekuan darah jika Moms memiliki APS. Dokter perlu memantau Moms dengan cermat karena gumpalan meningkatkan kemungkinan keguguran berulang. Dosis harian aspirin dan heparin, yang dikontrol dengan cermat oleh dokterakan sangat meningkatkan peluang Moms untuk menjalani kehamilan yang sukses.
Setelah Moms hamil, dokter juga akan mengawasi komplikasi APS lainnya, seperti preeklamsia, pertumbuhan bayi dalam kandungan (nromal atau tidak), dan kelahiran prematur.
