Konten dari Pengguna

Pengobatan Setelah Diare

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengobatan Setelah Diare
zoom-in-whitePerbesar

Diare adalah penyakit yang mengganggu saluran pencernaan, ditandai dengan seringnya buang air besar, dan dengan tekstur tinja yang lembek atau bahkan encer. Pada saat diare, biasanya badan akan menjadi lemas sehingga mungkin mengganggu aktivitas Anda.

Begitu pun ketika diare sudah berakhir, biasanya badan masih akan terasa lemas. Penyebab badan terasa lemas adalah:

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan hal yang paling sering terjadi ketika Anda mengalami diare, beberapa tanda mengalami dehidrasi yaitu:

Mata cekung

Mulut dan bibir kering

Haus

Jarang buang air kecil

Air seni lebih pekat

Untuk menggantikan cairan yang keluar pada saat dehidrasi, Anda bisa mengonsumsi oralit yang bisa didapatkan di toko atau dengan meracik sendiri. Jika tidak suka dengan rasa oralit, bisa diganti dengan kuah sup ayam sehingga rasanya lebih enak.

Hypokalemia

Ketika tinja keluar saat diare bersamaan dengan cairan di dalam tubuh beserta elektrolitnya, bisa menyebabkan gangguan elektrolit. Salah satunya yaitu hypokalemia atau menurunnya kadar kalium.

Kalium ini berperan dalam kontraksi otot, usus dan jantung. Maka jika kadarnya rendah, tentu akan mengganggu organ-organ tersebut. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang memiliki kalium tinggi seperti pisang, ikan, bayam dan kentang.

Hiponatremia

Selain kalium, natrium juga salah satu elektrolit yang berkurang dari dalam tubuh ketika diare. Berkurangnya natrium ini disebut dengan hiponatremia.

Gejala yang timbul dari hiponatremia ini adalah lelah, lemas, sakit kepala dan terlihat gelisah. Bahkan jika hiponatremia ini sudah berat, bisa sampai menimbulkan kehilangan kesadaran dan kejang. Pengobatan yang dilakukan di rumah sakit biasanya dengan memberikan natrium melalui infus.

Cara mencegah badan lemas setelah diare:

Minum air putih hingga 1,5 liter per hari saat diare

Konsumsi makanan yang ringan untuk perut

Hindari meminum minuman dengan kafein tinggi sampai 2 hari setelah diare

Konsumsi obat yang mengandung kaolin atau pektin

Badan lemas saat diare tentunya akan menghambat aktivitas Anda, jadi usahakan supaya cairan dalam tubuh terpenuhi agar Anda tidak merasa lemas saat diare dan setelah diare.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor