Konten dari Pengguna

Pengunaan Korset Pasca-operasi Caesar

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengunaan Korset Pasca-operasi Caesar
zoom-in-whitePerbesar

Setelah melalui operasi caesar dan masuk ke ruang observasi, perawat langsung memakaikan saya korset. Saya heran, soalnya menurut teman-teman saya, penggunaan koret pasca-operasi caesar tidak boleh dilakukan. Lalu saya tanya ke perawat, kata perawat supaya luka operasi saya tidak terlalu sakit. Masih tidak percaya, saya tanyakan lagi pada dokter dan dokter pun menjawab demikian.

Setelah pulang dari rumah sakit, saya mencoba untuk tidak memakai korset sama sekali dan hasilnya memang benar, luka jahitan lebih terasa sakit dan saya kesulitan berpindah dari posisi tidur ke duduk karena perut terasa berat. Saya pun akhirnya mencari referensi tentang pemakaian korset setelah caesar.

Menurut Annette McDermot, penggunaan korset pasca-operasi abdominal (seputar perut) memang membantu menopang otot perut sehingga mengurangi rasa sakit dan membuat kita dapat bergerak lebih nyaman.

Yang perlu diperhatikan adalah korset yang digunakan harus pas ukurannya. Korset melahirkan yang pas adalah yang dapat melar (elastis) hingga seukuran lingkar pinggul kita (berbeda dengan korset kecantikan yang diukur dari lingkar pinggang (kemudian dikurangi beberapa centimeter). Selain itu, pastikan bahan korset nyaman (menyerap keringat dan tidak memicu iritasi) dan jangan pakai korset terlalu ketat hingga mengganggu pernapasan.

Selama ini pemakaian korset usai operasi dianggap meningkatkan resiko trombosis vena karena pemakaian korset meningkatkan tekanan dalam perut. Namun, resiko ini bisa dihindari dengan rajin bergerak usai operasi. 

 

Semoga bermanfaat.

By: Kristiani Chen.