Konten dari Pengguna

Pentingnya Membiarkan Bayi Menjalani Fase Oral

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pentingnya Membiarkan Bayi Menjalani Fase Oral
zoom-in-whitePerbesar

Sejak usia 4 bulan, Celine sudah mulai suka memasukkan tangan dan benda-benda ke mulutnya. Bahkan sekarang, kakinya juga dimasukkan ke mulut.

Menurut teori Psychosexual Sigmund Freud, hal ini dinamakan fase oral, yaitu fase ketika anak memuaskan dirinya dengan memasukkan berbagai benda ke mulutnya.

Saat si Kecil melakukan hal itu, Moms tidak perlu melarangnya. Karena menurut Freud, jika anak gagal mendapat kepuasan dari fase ini, maka kelak akan mempengaruhi kepribadiannya. Anak akan cenderung ketergantungan terhadap sesuatu yang berkaitan dengan mulut.

Menurut Freud, jika anak gagal mendapat kepuasan dari fase ini, maka kelak akan mempengaruhi kepribadiannya.

Contohnya, ketika dewasa bisa menjadi orang yang makan terus-menerus saat stres, hobi menggigit jari, hingga kecanduan alkohol dan merokok, dsb. Bahkan secara psikologi, anak bisa menjadi orang yang sarkastik jika ia gagal melalui fase oral ini.

Apa Yang Perlu Moms Lakukan?

Memastikan tangan dan kaki anak tetap bersih. Setiap kali mereka selesai menjilat-jilat, Moms harus langsung membersihkannya karena sisa air liur yang tidak dibersihkan akan mengundang bakteri.

Memastikan barang-barang di sekitar sudah aman untuk anak, misalnya menjauhkan barang-barang kecil yang bisa tertelan atau melukainya.

Memberikan teether atau pacifier.

Semoga bermanfaat.

By: Kristiani Chen.