Penyakit Meningitis yang Menyerang pada Anak
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk anak di bawah usia 2 tahun pada dasarnya memang rentan terkena berbagai penyakit, karena sistem imunnya yang belum terbentuk secara sempurna. Meningitis merupakan penyakit radang selaput otak yang disebabkan oleh infeksi pada selaput otak. Organisme yang muncul bermacam-macam dari virus bakteri meningokokus, pneumokokus, haemofilus, influenza, TBC dan jamur. Bakteri ini dapat menyebar melalui batuk, bersin, dan barang-barang yang di gunakan sama dengan orang yang terinfeksi.
Saat tubuh dalam keadaan lemah, bakteri penyebab meningitis akan menyerang melalui selaput otak, akibatnya akan timbul reaksi peradangan dari tubuh. Kemudian gejala yang akan timbul ketika terkena virus meningitis berupa sakit kepala yang luar biasa sakitnya yang kemudian membuat otot menjadi kaku, demam, muntah, perubahan kesadaran, dan peka terhadap cahaya dan suara.
Di Indonesia sendiri pemberian vaksin meningitis dimulai sejak usia remaja sekitar usia 11 – 12 tahun. Dan untuk anak di bawah usia 10 tahun dapat diberikan imunisasi berupa hemofilus influenza tipe B yang umumnya juga bisa menjadi penyebab meningitis pada anak. Vaksin meningitis tidak hanya diberikan pada anak tapi umumnya juga dapat diberikan pada jemaat haji yang hendak pergi ke Arab untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umroh.
Vaksin meningitis yang diberikan pada bayi merupakan vaksin yang dapat mencegah meningitis Hib yang dapat melindungi bayi dari meningitis haemophilus influenza tipe B dan diberikan pada bayi berusia 2 – 6 bulan dan bayi berusia 15 – 18 bulan.
PCV merupakan vaksin yang dapat melindungi anak dari meningitis penumokokus yang diberikan pada anak berusia 2 – 18 bulan. Pada usia di atas 1 tahun dapat diberikan 2 kali vaksin dengan interval 2 bulan. Dan untuk anak berusia di atas 2 tahun cukup diberikan 1 kali vaksin, karena umumnya anak yang baru lahir tidak dianjurkan langsung suntik vaksin meningitis, melainkan direkomendasikan mengikuti jadwal tahapan imunisasi yang telah di tetapkan oleh IDAI.
Gejala dan syarat suntik meningitis
Gejala dari meningitis ini umumnya menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Melalui makanan yang tidak higienis, berkontak langsung dengan orang yang terinfeksi bakteri, batuk dan bersin. Bahkan bayi juga dapat tertular dari ibunya saat proses persalinan karena sebelumnya ibu tersebut tidak suntik vaksin meningitis.
Pemberian vaksin meningitis menurut kondisi yang terjadi
Saat masa kehamilan, kecuali si ibu sangat riskan terkena meningitis
Mempunyai alergi terhadap vaksin toxoid difteri
Sakit berat atau dalam keadaan demam, karena saat memvaksin anak harus dalam keadaan sehat
Memiliki riwayat gullain barre sindrom
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor

