Penyebab dan Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jantung merupakan salah satu organ terpenting makhluk hidup. Rongga berotot ini bertugas untuk memompa darat lewat pembuluh darah. Kontraksi berirama dan berulang yang dibuat oleh jantung membantu darah untuk menyuplai oksigen dan nutrisi pada tubuh.
Menjaga kesehatan jantung sangat penting untuk dilakukan setiap orang. Oleh karena itu, selain memantau pertumbuhan si Kecil, Moms harus juga memantau perkembangan kesehatannya. Salah satu penyakit yang rawan menimpa bayi adalah Penyakit Jantung Bawaan (PJB).
Bayi dalam kandungan dapat mempunyai kelainan struktur jantung yang akhirnya menimbulkan PJB. Terdapat tiga macam PJB yaitu atrial septal defect, ventricular septal defect, dan tetrallogy of fallot. Hingga saat ini, para ahli medis belum dapat mengetahui secara pasti penyebab utama PJB. Meskipun demikian, risiko seorang bayi menderita PJB dapat meningkat karena empat faktor sebagai berikut:
Adanya kelainan gen atau kromosom
Ada anggota keluarga yang juga mengidap PJB
Ibu hamil merokok dan minum alkohol
Ibu hamil terinfeksi virus Rubella saat kandungan masuk trimester 1
Apabila si Kecil sulit bernapas, kulit membiru ketika menangis, berkeringat berlebihan, berat badan tidak naik dan nafsu makan turun, Moms harus waspada karena hal-hal tersebut adalah gejala PJB pada bayi. Moms juga harus memantau keadaan anggota tubuh seperti kuku, bibir, serta lidah. Jika anggota-anggota badan tersebut terlihat membiru, bisa jadi si Kecil mengidap PJB.
Tips Mencegah PJB pada Bayi
Meskipun demikian, PJB dapat dicegah sejak masa kehamilan. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk mencegah PJB pada bayi. Tips ini diberikan oleh dr. Devika Y.
Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok dan asap kendaraan
Jangan mengonsumsi narkoba dan alkohol
Hindari paparan sinar X atau radiasi dari foto rontgen
Lakukan tes darah untuk mengetahui kekebalan terhadap rubella
Lakukan vaksin MMR sebelum hamil bila perlu
Selalu penuhi kebutuhan nutrisi, zat besi, asam folat, dan protein saat hamil
Khusus untuk Moms yang berusia lebih dari 35 tahun, atau yang memiliki penyakit darah tinggi, jantung dan diabetes, jadwalkan pemeriksaan kandungan lebih rutin.
Jika Moms mendapati si Kecil memiliki gejala-gejala PJB seperti yang diuraikan di atas, segera bawalah si Kecil untuk kontrol ke dokter spesialis anak.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
