Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil Tua

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjaga kesehatan saat sedang hamil adalah hal mutlak yang harus ibu hamil lakukan demi kelancaran persalinan. Tidak ada ibu yang menginginkan proses yang sulit dan menyakitkan. Tentunya, para ibu ingin anaknya lahir dengan selamat dan sehat hingga dewasa.
Moms mungkin sering merasa waswas jika ada perubahan kondisi tubuh meskipun hanya tampak sebagai suatu hal yang minor. Meskipun demikian, sekecil apa pun keluhannya, seorang ibu hamil diharapkan tidak menghiraukannya begitu saja.
Salah satu keluhan saat hamil adalah jantung yang berdebar-debar. Apabila kondisi ini muncul ketika hamil tua, apakah merupakan hal yang patut diwaspadai? Simak keterangan dari dr. Valan Tauran berikut ini.
Keluhan jantung berdebar padahal tidak merasa sakit dan tidak memiliki penyakit jantung kerap dirasakan ibu hamil. Secara umum, kondisi ini dapat diakibatkan oleh dua hal:
Jantung berdebar dapat menjadi indikasi proses normal pada ibu hamil.
Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi penanda sebuah penyakit.
Saat hamil, kebutuhan darah dalam tubuh menjadi dua kali lipat karena diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sang ibu dan anak yang dikandungnya. Kerja jantung juga menjadi lebih berat dua kali lipat daripada sebelum hamil. Pada kondisi ini, denyut jantung menjadi 10 hingga 20 kali lebih cepat. Ibu hamil mungkin akan merasakan jantung seperti berdebar-debar karena proses pemompaan jantung lebih cepat. Sebenarnya, proses ini adalah hal yang normal terjadi dan tidak perlu dirisaukan.
Akan tetapi, apabila meningkatnya denyut jantung dibarengi dengan keluhan lainnya, misalnya saja sesak napas berat, ibu hamil tidak boleh menganggap enteng hal ini. Ada kemungkinan bahwa sang ibu menderita penyakit tiroid selama kehamilan. Ibu hamil harus segera berkonsultasi kepada dokter agar dapat ditangani dengan cepat.
Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan selama kehamilan, ibu hamil harus rutin berkonsultasi ke dokter. Tips lainnya yang bisa dilakukan adalah mengelola diri agar tidak stres, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman berkafein, tidak minum alkohol, tidak beraktivitas dengan berat, dan memperbanyak istirahat.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
