Konten dari Pengguna

Penyebab Kejang Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab Kejang

Ada beberapa penyebab kejang pada anak yang harus Moms waspadai. Umumnya, penyebab kejang dibedakan menjadi dua yaitu disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal.

1. Faktor internal penyebab kejang pada anak

2. Faktor internal penyebab kejang dipicu oleh kelainan saraf otak atau cacat otak sejak lahir. Apabila si Kecil kurang mendapatkan asupan asam folat selama Moms hamil, dia rentan terkena cacat otak sejak lahir karena perkembangan otaknya kurang maksimal.

3. Kejang-kejang pada bayi juga dipengaruhi faktor genetik. Jika ada keluarga yang memiliki riwayat kejang, si Kecil rentan mewarisi kejang tersebut.

4. Penyebab kejang pada anak juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatannya saat dilahirkan. Lahir prematur, mengalami pendarahan otak, dan kurang oksigen saat lahir juga bisa menyebabkan si Kecil sering mengalami kejang-kejang

5. Kadar glukosa, kalsium, dan sodium darah yang rendah juga dapat berkontribusi menjadi faktor penyebab kejang-kejang pada bayi.

6. Kejang juga bisa disebabkan oleh kerusakan jaringan otak.

7. Faktor eksternal penyebab kejang pada anak

8. Infeksi bakteri atau virus

9. Penyakit serius yang memiliki gejala kejang-kejang; misalnya demam tinggi, infeksi jaringan otak, epilepsi, dan meningitis

Penanganan Kejang

Tangani bayi kejang dengan tepat agar kejang tidak bertambah buruk. Berikut kiat-kiatnya :

Pindahkan si Kecil dari lokasi berbahaya ke tempat yang lebih aman

Baringkan di bidang datar seperti lantai, kasur, atau tanah

Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut si Kecil dan jangan memaksa dia membuka mulutnya

Jangan memberikan makanan dan minuman karena bisa menyebabkan si Kecil tersedak dan saluran napas tersumbat

Hindari menahan tangan atau kaki si Kecil karena bisa berisiko menyebabkan patah tulang

Jika kejang berangsur membaik, biarkan si Kecil tidur. Namun, tetap awasi dia sampai terbangun dan sadar sepenuhnya.