Penyebab Keterlambatan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5 Tahun

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penyebab Keterlambatan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5 Tahun
Keterampilan motorik halus adalah keahlian menggunakan jari tangan dan koordinasi mata-tangan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti menulis, menggambar, dan makan dengan menggunakan sendok garpu. Penguasaan keterampilan motorik halus akan membuat si Kecil hidup lebih mandiri.
Seorang anak usia prasekolah (5 tahun) seharusnya sudah dapat:
• Memegang garpu dengan menggunakan jari-jarinya
• Makan sup dengan sedikit atau tanpa tumpahan
• Melipat kertas menjadi dua dan memastikan tepinya bertemu
• Menempatkan kunci di lubang kunci dan membukanya
• Bisa berpakaian sepenuhnya sendiri
• Dapat mengikat tali sepatu
• Memotong pola persegi, segitiga, lingkaran, dan gambar sederhana dengan menggunakan gunting
• Menggunakan pisau untuk menyebarkan makanan (jeli, selai kacang, mayo, dll.)
• Menggunakan pisau tumpul untuk memotong makanan lunak
• Mampu menggambar dan menyalin garis diagonal
• Menyalin lingkaran atau tanda silang ke selembar kertas
• Menggunakan "pegangan tripod" (ibu jari dan ujung kedua jari pertama) pada peralatan menulis dan hanya menggunakan jari (karena otot kecil tangan telah berkembang) untuk menulis, menggambar dan mewarnai
• Bertepuk tangan
• Menyentuh jari-jari
• Menutup dan membuka kancing
• Menutup dan membuka ritsleting
• Dapat menyelesaikan puzzle yang terdiri dari lima kepingan atau lebih
• Menyikat dan menyisir rambut
• Secara bertahap menulis huruf lebih kecil dan lebih rapi
Apabila si Kecil tidak atau belum mampu menunjukkan kemampuan di atas, ditambah pula apabila menunjukkan tanda-tanda seperti di bawah ini, Moms perlu waspada dan membawanya ke dokter untuk diperiksa:
• Kesulitan menulis dan menggunakan pensil
• Kesulitan menulis di dalam garis
• Huruf tulisannya masih besar-besar, tidak mengecil
• Kesulitan menggunakan gunting
• Tidak bisa mengikat tali sepatu
• Tidak bisa memakai baju sendiri
• Sangat bergantung kepada pengasuh untuk mandi, makan dan berdandan
• Setelah kelas 1 SD sulit membedakan antara kanan dan kiri
Penyebab keterlambatan perkembangan itu bisa jadi karena:
• Lahir prematur
• Kelainan tonus otot
• Penyakit neuromuskular
• Cerebral palsy
• Spastisitas
• Athetosis
• Ataksia
• Hipotonia
• Spina bifida
• Muscular distrofi
• Kurangnya stimulus (sering digendong atau diletakkan di baby walker)
Ada satu alasan lagi mengapa keterampilan motorik halus dapat berkembang lebih lambat. Keterampilan ini terkait erat dengan perkembangan kognitif. Untuk melengkapi gambar orang misalnya, selain harus menggambar dengan memegang pensil/krayon, dia juga harus secara mental membandingkan dengan gambar yang tersimpan di memorinya, kemudian menambahkan fitur yang hilang. Proses berpikir yang terlibat dalam tindakan ini jauh lebih rumit daripada tindakan lain yang berkenaan dengan motorik kasar seperti menaiki tangga, mengejar bola, atau berjalan keluar pintu.
Cara terbaik bagi Moms untuk membantu mempromosikan keterampilan motorik halus adalah dengan memberi si Kecil berbagai bahan untuk dimanipulasi sesuai dengan imajinasinya. Dorong keterampilan motorik halus dengan mengajarkannya genggaman menjepit, memfasilitasi kreativitasnya, membiarkannya bermain menyusun balok dan mengajarkannya untuk menggunakan peralatan makan.
Setelah Moms memberikan fasilitas yang dapat menunjang kreativitas si Kecil, mundurlah dan biarkan dia melakukan apa yang dia mau, bahkan jika itu membuat rumah berantakan. Anak-anak prasekolah cenderung lebih fokus pada proses daripada hasil. Jadi, biarkan dia mengeksplorasi berbagai macam tekstur bahan seperti pasir, cat, lumpur, air dan lem tanpa mengkhawatirkan hasilnya. Bahkan ketika si Kecil dengan bangga menampilkan karya terbarunya, Moms harus menahan diri untuk tidak bertanya tentang apa benda tersebut. Pertanyaan itu mungkin tidak pernah terpikirkan olehnya. Alih-alih bertanya, kagumi karyanya apa adanya. Kemudian, dorong dia untuk menjelaskan kepada Moms dengan kata-katanya sendiri bagaimana perasaannya dan apa yang dia pikirkan saat membuatnya.
Moms harus langsung memeriksakan si Kecil ke dokter apabila dia terlihat kehilangan kemampuannya untuk melakukan aktivitas motorik halus yang bisa dia lakukan sebelumnya. Dengan demikian, pemeriksaan dan diagnosis dapat dilakukan lebih dini. Jika memang ada indikasi keterlambatan, perawatan akan lebih dini diberikan sehingga hasilnya lebih optimal.
