Konten dari Pengguna
Perbedaan Bendungan ASI, Mastitis dan Abses Payudara

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perbedaan Bendungan ASI, Mastitis dan Abses Payudara
ADVERTISEMENT
Mungkin beberapa ibu menyusui pernah mengalami masalah seperti payudara keras, panas dan bengkak. Namun ternyata payudara keras belum tentu Mastitis lho. Ini perbedaan tanda dan gejalanya:
ADVERTISEMENT
Bendungan ASI
- Biasanya terjadi di awal-awal ibu menyusui (kalau saya di hari ke-14 pasca melahirkan)
- Payudara teraba panas, keras, besar dan kadang terasa nyeri
- Badan terasa meriang, panas, bahkan lemas
- Tidak memerlukan antibiotik
- Bisa ditangani sendiri di rumah dengan cara segera mengosongkan payudara.
Mastitis
- Payudara bengkak, terasa nyeri saat ditekan, panas, gatal dan merah
- Suhu tubuh meningkat
- Terjadi disalah satu payudara atau bahkan dua-duanya
- Teraba benjolan di sekitar payudara
- Sebaiknya menghubungi dokter.
Abses Payudara
- Payudara bengkak, terasa nyeri saat ditekan, panas, gatal dan merah
- Suhu tubuh ibu meningkat
- Biasanya hanya terjadi di salah satu payudara
- Teraba benjolan di sekitar payudara
- Biasanya hingga mengeluarkan nanah
- Abses payudara merupakan lanjutan dari Mastitis
- Harus segera menemui dokter untuk penanganannya.
Pada prinsipnya semua masalah tersebut berawal dari pengeluaran ASI yang tidak lancar. Entah adanya sumbatan, anatomi payudara atau puting, bahkan tidak rutin mengeluarkan ASI juga bisa berakibat demikian. Oleh karena itu, sebaiknya persiapan laktasi dilakukan sejak hamil. Agar dapat mengantisipasi masalah yang mungkin timbul di kemudian hari.
ADVERTISEMENT
