Perbedaan Kontraksi Palsu dan Kontraksi Asli

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagian ibu kerap merasakan kontraksi pada saat usia kehamilan trimester ketiga. Bahkan sebagian ibu dapat merasakan kontraksi yang kuat. Kontraksi ini biasanya disebut dengan Kontraksi Palsu atau Braxton Hicks Contraction.
Braxton Hicks Contraction pertama kali dikenalkan oleh John Braxton Hicks, seorang dokter asal Inggris pada tahun 1872. Kontraksi palsu merupakan kontraksi yang terjadi karena pengencangan otot rahim untuk mempersiapkan diri menuju proses persalinan. Namun banyak calon ibu yang tidak dapat membedakan kontraksi palsu dengan kontraksi asli menjelang persalinan.
Perbedaan Kontraksi Palsu dan Kontraksi Asli
Kontraksi palsu biasanya tidak teratur dan berlangsung dalam waktu yang singkat (kurang dari 1 menit). Sedangkan kontraksi asli bersifat intens atau teratur, dan biasanya berlangsung selama 1 menit bahkan lebih dan semakin bertambah durasinya dan sering.
Kontraksi palsu biasanya berkurang atau bahkan menghilang jika kita melakukan perubahan posisi tubuh, sedangkan kontraksi asli akan tetap terjadi walaupun kita mengubah posisi tubuh kita.
Nyeri pada kontraksi palsu biasanya terasa pada lipatan paha, punggung, dan perut bagian bawah, sedangkan nyeri pada kontraksi asli terasa mulai punggung bagian bawah dan atas, mengitari perut bagian bawah dan atas, paha, pinggul, panggul, dan perut terasa keras.
Frekuensi dan interval pada kontraksi palsu dapat menghilang, sedangkan pada kontraksi asli datang dengan interval dan ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah atau mucus plug.
Pada kontraksi palsu biasanya tidak terjadi pembukaan, sedangkan kontraksi asli memicu pembukaan pada jalan lahir.
Semoga bermanfaat.
By: Yenty Jessica
