Perbedaan Mengejan dan Buang Hajat

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hal tersebut tentu tidak benar ya Mom. Rasa mulas yang dirasakan ibu bersalin ketika kontraksi memang seperti rasa mulas diare. Namun dalam teknik pengeluarannya tidak sembarangan seperti buang hajat.
Apa Perbedaan Mengejan Selama Persalinan dan Buang Hajat
1. Ada aturannya
Ketika proses persalinan, seorang bidan, dokter dan sejenisnya mempunyai peran penting bagi keselamatan ibu dan bayinya. Mereka berwenang memberikan arahan kepada ibu bersalin agar tetap menuruti perintah bagaimanapun keadaannya. Kerapihan dalam mengejan dan mendorong selama persalinan si buah hati adalah tindakan penyelamatan proses persalinan.
2. Tenaga yang dikeluarkan
Tenaga yang dikeluarkan ketika mengejan dan mendorong selama persalinan jauh lebih kuat daripada ketika buang hajat. Ini disebabkan ketika kepala bayi sampai pada dasar panggul, timbul suatu refleks yang berakibat pada menutupnya glottis, kontraksi otot-otot perut dan tekanan diafragma ke bawah. Namun mengejan terlalu keras dapat membuat perineum robek lebih besar sehingga membutuhkan jahitan.
Tenaga mengejan dan mendorong selama persalinan ini hanya dapat berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu kontraksi rahim. Tanpa tenaga seperti ini, bayi tidak dapat dilahirkan bahkan bagi yang menderita kelumpuhan otot-otot perutnya, persalinan dibantu dengan menggunakan forceps.
Selain berfungsi untuk melahirkan bayi, mengejan dan mendorong selama persalinan juga mengeluarkan plasenta pasca lepasnya plasenta dari dinding rahim.
3. Psikologis yang dirasakan
Tentu perbedaan mencolok mengejan dan mendorong selama persalinan dan buang hajat adalah tingkat kecemasan seorang ibu. Kekhawatiran terhadap keselamatan janinnya membuat kecemasan bagi Mom semakin bertambah.
4. Pengaturan napas
Berbeda dengan ketika buang hajat, napas yang dilakukan ketika mendorong dan mengejan selama persalinan harus teratur. Mom harus mengambil napas dalam-dalam (tidak terlalu panjang dan pendek), tahan di paru-paru, posisikan dagu pada dada Anda, tarik kaki ke arah dada Anda ketika mendorong, dan buang lewat hidung.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
