Perbedaan Usia Anak: Lebih Baik Dekat atau Jauh?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merencanakan sebuah keluarga memang bukan hal yang mudah, banyak pertimbangan yang saya dan suami perhitungkan saat akan merencanakan untuk memiliki anak. Banyak pertimbangan dari segi finansial, rumah, physical dan emosional.
Setelah hampir 2 tahun menikah kami akhirnya siap dan menginginkan juga anak. Perjalanan kehamilan pertama saya tidak begitu baik seperti banyak Moms lainnya. Saya mengalami placenta previa, dan GERD, muntah-muntah sepanjang 9 bulan. Namun setelah anak pertama lahir, banyak yang menyarankan untuk segera memiliki anak kembali. Dan dengan beberapa pertimbangan lagi, saya dan suami akhirnya memutuskan untuk memiliki anak kembali ketika anak pertama saya baru usia 10 bulan. Jadi anak pertama dan kedua saya bedanya hanya 18 bulan. Ada beberapa pro dan kontra mengenai masalaha memiliki anak yang bedanya tidak terlalu jauh.
Pro memiliki anak dengan rentang umur yang berdekatan
Irit - karena anak kedua saya juga laki-laki, jadi secara baju,mainan dan perlengkapan lainnya banyak yang bisa digunakan kembali. Barang-barang pun masih semua dalam kondisi bagus.
Bisa bermain bersama
Nanti jika sudah tumbuh dewasa, mereka bisa travelling bersama, untuk sekarang tahan-tahan dulu kemauan untuk travelling karena cukup melelahkan
Kita bisa pensiun lebih cepat karena lulus nya sekaligus berdekatan.
Kontra memiliki anak dengan rentang umur berdekatan
Beban biaya yang besar. Karena kebutuhan perlu dipenuhi seperti popok, sekolah, buku dan lain sebagainya.
Anak pertama belum bisa berbicara jadi cukup sulit untuk berkomunikasi. Perlu memahami apa keinginan anak
Sakit yang biasanya terjadi pada waktu bersamaan
Lelah
Saya dan suami memutuskan untuk hanya punya 2 anak saja,sekarang saya sudah KB, dengan dukungan suami kami pasti bisa melewatkan hambatan membesarkan kedua buah hati. Dan seperti orang bilang, lelahnya sekalian nanti jika anak sudah besar, orang tua tidak akan kerepotan. Hopefully that's true!
Semoga bermanfaat.
By: Devine Hamdani
