Konten dari Pengguna

Perbedaan UV Sterilizer dan Sterilizer Uap

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nah babyo lagi bahas soal UV sterilizer dan sterilizer konvensional. Puji Tuhan Kathleen dan aku sempat merasakan menggunakan dua2nya jadi aku akan bahas soal perbedaannya dari aku ya

Steril uap

1. Menggunakan air untuk proses penguapan (mensterilkan dengan uap panas)

2. Biasanya prosesnya cukup lama (kurang lebih 30 menit)

3. Ketika selesai di steril tidak bisa langsung digunakan karena meninggalkan uap jadi harus dikeringkan 

4. Apabila kita lupa mengeluarkan dari alat steril terkdang tercium bau lembap

5. Aku sering bingung bagaimana cara mengeringkan botol yang sudah disteril. Di lap= kena chimical lagi dari bahan tissue itu . Di anginkan ; bisa kena resiko kuman lagi

Well akhirnya aku menyewa UV sterilizer OMG.  Beda banget ya

UV sterilizer 

1. Proses sterilizer benar2 kering . Dimana kita memasukkan botol basah ketika proses selesai botolnya sudah kering 

2. Bukan hanya botol yang bisa disteril tetapi masih banyak barang yang bisa disteril 

3. Memperpanjang usia pakai botol bayi/ peralatan ; mommies tau gak? Ada beberapa ornamen dari pompa asi yang terlalu sering di uap dia akan memuai? Nah ketika bentuknya berubah daya hisap / kerja benda tersebut akan berubah jadi kita harus membeli lagi

4. Bisa melihat proses sterilizer ; untuk beberapa merek kita bisa melihat proses steril sedang berlangsung dari luar yang diamana kalau dengan steril uap susah (lah wong uap semua. Ya apa lihatnya ).

Nah buat moomies yang bingung mau beli yang mana? Aku akan memberikan beberapa tips:

1. Sesuaikan budget kita

2. Lihat review dari teman2 yang sudah pakai

3. Bisa menyewa dulu seperti saya ini

4. Lihat after sales-nya. Ini penting banget ya kalau ada sparepart yang rusak kita gak bingung untuk menggantinya. 

by Melissa Kusnadi in Babyologist