Konten dari Pengguna

Perih pada Payudara karena Jerawat ASI/Milk Blister

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perih pada Payudara karena Jerawat ASI/Milk Blister
zoom-in-whitePerbesar

Hi Moms, pernahkah Moms membayangkan bagaimana kalau puting kita bisa jerawatan? Mungkin jarang terdengar ya Moms. Tapi ternyata saya pernah merasakan yang namanya jerawat ASI atau yang suka disebut

Jadi awalnya payudara saya sering bengkak, dan sewaktu menyusui dan pumping rasanya sakit, sakit sekali. Awalnya sayang bingung, puting sudah tidak lecet, posisi menyusui juga sudah benar, tapi kenapa masih sakit ya? Akhirnya saya mencari tahu, saya googling setiap pembahasan mengenai pumping sampai akhirnya saya menemukan artikel mengenai jerawat ASI atau milk blister. Saya pun memerhatikan area puting saya dan ternyata benar, ada semacam selaput putih kecil di area puting saya tersebut. Saya ikuti langkah-langkah penanganannya sendiri, tetapi tidak bisa hilang juga.

Kemudian saya putuskan untuk langsung pergi ke klinik laktasi untuk mendapatkan penanganan profesional. Setelah saya dicek oleh konselor laktasi, dia langsung merujuk saya ke dokter konselor laktasi untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Apa penyebab jerawat ASI atau milk blister? Dan bagaimana penangannya?

Jerawat ASI atau milk blister terjadi karena tersumbatnya saluran ASI karena ASI yang tersisa. Hal ini biasanya dikarenakan:

  • Produksi ASI melimpahProduksi ASI yang melimpah, namun tidak disertai dengan pengosongan payudara yang benar merupakan salah satu pemicu munculnya jerawat ASI. Makanya kita sering dengar para pejuang ASI bilang, “kalau pumping harus sampai kosong!”

  • Tongue-tieIni berhubungan dengan masalah pelekatan pada saat menyusui. Kemarin, dokter pun langsung minta untuk ketemu dengan anak saya, beliau ingin memastikan apakah anak saya mengalami tongue-tie atau tidak. Dan ternyata benar, anak saya memiliki tongue-tie sehingga dia tidak bisa mengisap dengan benar. Untuk masalah tongue-tie ini saya memutuskan untuk di-frenotomy.

  • ASI kental pekatDokter juga meminta saya untuk banyak minum air putih karena menurut dokternya ASI saya cukup pekat dan kental.

  • Anak suka ngempengHal ini biasanya terjadi di usia 6 bulan ke atas ya Moms. sewaktu anak saya usia 7/8 bulan, saya terkena jerawat ASI lagi. Sudah berusaha bersihin sendiri tetapi tidak bisa, jadi akhirnya saya balik ke dokter laktasi. Di sana saya djelaskan, di usai anak saya biasanya mereka lagi suka ngempeng pada payudara. Nah ini tidak boleh Moms, karena bisa menimbulkan jerawat ASI.

  • Area puting yang tidak dibersihkan setelah menyusuiBiasanya kita langsung mengaitkan nursing bra setelah menyusui ya Moms. Apalagi kalau menyusui di malam hari, pastinya sudah mengantuk. Namun tahukah Moms bahwa ternyata dengan membersihkan puting setelah menyusui atau pumping bisa memimalisasi timbulnya jerawat ASI?

Sebenarnya jerawat ASI bisa hilang sendiri dengan menyusui atau pumping. Tetapi menyusui ataupun pumping dengan kondisi adanya jerawat ASI ini sukses membuat saya stres. Karena bisa dibilang rasanya luar biasa sakit. Jika jerawat ASI baru terbentuk atau masih berupa selaput putih, ini masih bisa hilang dengan sendiri ya Moms, tetapi butuh waktu. Untuk mengatasinya, bisa juga dibantu dengan cara dibersihkan dengan handuk kasar. Cuma Moms memang harus coba menahan rasa sakitnya. Tetapi jika jerawat ASI sudah berbentuk putih agak tebal, ini sangat susah dihilangkan sendiri, melainkan harus dipecahkan menggunakan jarum steril oleh dokter.

Jerawat ASI bisa kambuh atau tidak?

Berdasarkan dokter yang saya temui, jerawat ASI ternyata bisa kambuh. Saya sendiri bolak-balik 5 kali ke dokter untuk memecahkan jerawat ASI. Bahkan sampai anak saya umur 11 bulan, jerawat ASI saya masih sering kambuh.

Semoga bermanfaat.

By: Lysa Seravine

Copyright by Babyologist