Perkembangan Motorik Kasar untuk Balita Usia 2-3 Tahun

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Masa ini adalah masa di mana anak memerlukan rangsangan atau stimulasi yang tepat agar potensi yang ada pada anak berkembang secara optimal, sehingga perlu mendapat perhatian terutama dari orang tua. Meskipun begitu, orang tua juga perlu paham mengenai tahapan perkembangan motorik anak agar tahu cara menstimulasinya. Jangan sampai memaksakan anak untuk bisa berdiri atau melompat, padahal umurnya belum memungkinkan untuk tahapan tersebut juga tidak baik. Karena otot-ototnya belum berkembang cukup baik untuk mendukung proses tersebut.
Berikut adalah kemampuan motorik kasar yang dimiliki anak usia 2-3 tahun:
<ul>
Melompat dua kaki ke depan dan belakang
Berjalan turun tangga tanpa kesulitan (masih berpegangan)
Berjalan sambil jinjit
Mengayuh sepeda roda tiga
Melempar bola dengan akurasi
Bergerak dengan koordinasi dan kekuatan
Perlu diperhatikan juga bahwa tahapan perkembangan motorik berbeda pada setiap anak. Kita sebagai orang tua perlu paham tahapan perkembangan motorik anak. Jika anak mengalami ketertinggalan dalam hal motoriknya, berikan dukungan penuh dan stimulasi agar anak terpacu untuk mengasah kemampuan motoriknya yang masih tertinggal. Orang tua juga tidak perlu terlalu fokus pada satu hal saja, karena keterampilan motorik kasar hanya salah satu segi perkembangan anak, masih ada perkembangan lain seperti bahasa, sosial dan kognitif yang juga harus diperhatikan.
Semoga bermanfaat.
By: Tita Ardhana
Copyright by Babyologist
