Perlukah Bayi Diberi Vaksin Cacar Air?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cacar air bukan suatu penyakit yang langka, bahkan sering terjadi terutama pada anak-anak. Sehingga masyarakat menganggap cacar air merupakan hal yang lumrah terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Padahal, cacar air yang tidak ditangani dengan tepat dapat berakibat sangat fatal. Bukan hanya menimbulkan infeksi pada kulit penderita, tetapi lebih parah lagi dapat merusak kinerja otak, bahkan menyebabkan kematian. Maka dari itu, jangan remehkan cacar air yang terjadi pada anak.
Nama Vaksin Cacar Air
Istilah ilmiah dari cacar air ialah Varicella, sedangkan nama vaksinnya disebut dengan vaksin Viracella-Zoster. Pada umumnya, cacar air dapat sembuh dalam waktu yang singkat, yaitu 7 hingga 14 hari. Namun kemungkinan penderita mengalami cacar air kembali sangat tinggi, terutama saat sistem imunitas tubuh melemah yang membuatnya sangat rentan terkena varicella lagi. Untuk mencegahnya, dianjurkan untuk memberikan vaksin ketika anak berusia 10 bulan.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Vaksin Varicella?
Ada beberapa pendapat mengenai waktu yang tepat untuk pemberian vaksin ini terhadap anak. Ada yang mengatakan bahwa vaksin harus dilakukan saat anak berusia 10 bulan, ada pula yang mengatakan setelah berusia 1 tahun dan 12 tahun. Saat usianya 1 tahun, vaksin hanya diberikan sebanyak 1 suntikan dan 1 kali. Sedangkan saat usianya lebih dari 12 tahun, pemberian vaksin lebih banyak yaitu 2 suntikan dengan jarak masing-masing selama satu hingga dua bulan.
Efek Samping Vaksin Cacar Air
Tujuan dari pemberian vaksin ini ialah mencegah penyakit cacar air menyerang tubuh. Namun, vaksinasi terhadap virus varicella dapat menimbulkan beberapa efek samping mulai dari yang ringan hingga berat. Akan tetapi bagi sebagian orang, vaksin ini tidak menimbulkan efek samping apa pun. Hal yang biasa dirasakan anak setelah melakukan vaksinasi ialah pembengkakan yang disertai dengan nyeri di area bekas suntikan dan hal tersebut lumrah terjadi.
Efek samping lainnya yang mungkin terjadi ialah pusing dan demam. Beberapa di antaranya bahkan disertai dengan mual dan batuk. Bagi anak yang memiliki alergi pada zat tertentu terutama vaksin, efek samping akan menjadi lebih parah. Oleh karena itu, apabila anak memiliki alergi, lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Selain itu, anak juga dapat mengalami demam tinggi hingga kejang-kejang terutama jika anak memiliki riwayat kejang-kejang sebelumnya.
Meski cacar air dapat sembuh dalam waktu yang singkat, pencegahan tetaplah perlu. Apalagi cacar air dapat menyebar dengan mudah terutama melalui kontak fisik. Anak dengan sistem imunitas yang lemah akan sangat rentan tertular dan terkena penyakit ini. Namun, ketika hendak memberi imunisasi varicella, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar tidak terjadi efek samping yang membahayakan anak.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
