Perlukah Imunisasi Campak Tambahan?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adapun beberapa jenis imunisasi campak tambahan yang dianjurkan oleh pemerintah untuk diberikan kepada setiap bayi agar kekebalan tubuh bayi semakin lebih kuat, diantaranya yaitu :Â
Imunisasi HibSalah satu jenis imunisasi campak tambahan yang dianjurkan pemerintah untuk diberikan kepada bayi yaitu imunisasi Hib. Imunisasi Hib ini bertujuan untuk mencegah bayi terkena infeksi virus haemophilus influenza tipe B, yang mana virus tersebut sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan radang selaput otak. Adapun jadwal pemberian imunisasi Hib ini yaitu pada saat bayi usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 15 bulan.
Hepatitis ASetelah bayi mendapatkan vaksin hepatitis B pada saat baru lahir, bayi juga sebaiknya diberikan vaksin hepatitis A. hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah bayi terkena penyakit hepatitis A yang cukup serius, yaitu dapat merusak organ hati. Pemberian vaksin ini sebaiknya dilakukan ketika anak sudah berusia 2 tahun.
MMR (Masies, Mumps dan Rubella)Pemberian vaksin MMR sangat dianjurkan sekali untuk diberikan kepada anak, dan diberikan pada saat anak berusia 25 bulan dan di usia 6 tahun. Tujuan dari pemberian imunisasi MMR yaitu untuk mencegah terjadinya penyakit campak, rubella dan gondok.
HVP (Humanpapilloma Virus)Selanjutnya, imunisasi campak tambahan yang dianjurkan yaitu imunisasi HPV. Pemberian vaksin ini bermanfaat untuk mencegah datangnya virus humanpapilloma yang dapat menyebabkan kanker rahim.
TifoidTerakhir yaitu vaksin Tifoid. imunisasi campak tambahan pemberian vaksin tifoid memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri salmonella typhi yang merupakan penyebab penyakit tifus. Yang mana kita tau sendiri penyakit tyfus ini seringkali menyerang anak-anak bahkan orang dewasa, jadi agar terhindar dari penyakit tersebut sebaiknya Moms memberikan imunisasi tifoid. Adapun untuk pemberian imunisasi jenis ini yaitu pada saat anak sudah berusia 2 tahun, dan bisa diberikan kembali pada saat berusia 3 tahun.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
Â
