Perlukah Memberikan Kopi pada Bayi untuk Mencegah Step?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Moms pernah mendengar bahwa memberikan kopi pada bayi bisa mencegah step? Benar tidak sih hal tersebut? Nah, ternyata hal tersebut bukan mitos loh. Tapi hal ini hanya berlaku untuk bayi prematur.
Hingga saat ini, masih banyak rumah sakit di dunia yang memberikan kopi kepada bayi prematur. Bayi prematur yang lahir sebelum usia 36 minggu, umumnya paru-parunya belum matang dan rentan berhenti bernapas secara tiba-tiba.
Menurut Harvard Medical School, neonatologis memberikan kafein kepada bayi prematur sebagai stimulan pernapasan. Kafein mencegah apnea (kondisi di mana paru-paru berhenti bernapas selama beberapa detik) dan merangsang paru-paru untuk bekerja secara normal.
Menurut Nationwide Children's Hospital, dengan paru-paru yang bekerja dengan baik, otak bayi juga akan terhindar dari kerusakan. Jika otak kekurangan oksigen beberapa detik saja, maka akan memberikan dampak signifikan dan jangka panjang pada kemampuan otak anak, seperti kemampuan berpikir anak, kemampuan anak bicara, berjalan, dan lain sebagainya.
Dengan mempertimbangkan manfaat yang lebih besar daripada risiko, maka diberikanlah kopi kepada bayi prematur. Tentunya kopi yang diberikan tidak sembarangan (bukan kopi bubuk yang dijual di pasaran) dan ada takarannya.
Untuk bayi sehat yang lahir cukup bulan, pemberian kopi tidak memberikan manfaat apa pun, malah cenderung merugikan kesehatan bayi.
Efek Samping Pemberian Kopi pada Bayi
Bayi rewel
Sakit kepala
Terkena gangguan pencernaan
Sulit berkonsentrasi
Sulit tidur
Detak jantung meningkat
Tekanan darah naik
Meningkatkan risiko kejang-kejang
MenurutĀ Kristine Powel, dokter anak St. Vincent Medical Group Amerika, anak-anak seharusnya tidak diberikan kopi hingga usianya 18 tahun. American Academic of Pediatrics pun melarang pemberian kopi untuk anak-anak terutama bayi.
Jadi Moms, pemberian kopi hanya bermanfaat untuk bayi prematur dan harus dilakukan oleh orang yang kompeten (dokter atau perawat) itupun dengan mempertimbangkan manfaat lebih besar daripada risiko. Bayi yang sehat dan lahir cukup bulan tidak perlu lagi diberikan kopi karena justru merugikan kesehatannya.
Semoga bermanfaat.
_____
By: Kristiani Chen
Copyright by Babyologist
