Perlukah Pompa ASI Untuk Full Mom?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ASI merupakan nutrisi yang paling baik untuk bayi, kandungan yang berada di dalam ASI memiliki segudang manfaat. Maka diwajibkan bagi para ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dari newborn sampai usia 2 tahun. Untuk working Mom dengan mempompa ASI yang dilakukan di tempat kerja, mereka tetap bisa memberikan ASI walaupun terpisah dengan bayi mereka.
Tetapi apakah pompa ASI juga dibutuhkan untuk ibu yang full di rumah? Sedangkan tidak ada halangan untuk ibu-ibu di rumah memberikan ASI kepada bayi mereka, karena dapat dikatakan mereka 24 jam di rumah bersama bayi mereka.
Sebelum melahirkan, saya juga berfikir seperti itu. Selama kehamilan, pompa ASI bukan sesuatu yang masuk dalam list belanjaan keperluan bayi saya. Toh si Kecil akan selalu berada bersama saya, jadi saya tidak takut bayi saya akan kelaparan. Tapi ternyata pompa ASI penting juga untuk ibu yang full di rumah loh Moms.
Mengapa Pompa ASI Menjadi Sangat Penting bagi Ibu yang Full Di Rumah?
Awal-awal melahirkan, 1-3 hari ASI belum keluar banyakUntuk memenuhi kebutuhan si Kecil kita perlu memompa payudara sesering mungkin agar dapat merangsang payudara. Tak perlu khawatir berapapun hasilnya. Moms harus tetap semangat dan jangan lupa untuk menaruhnya di kulkas sebagai ASIP.Tetapi disarankan jangan memaksakan untuk menjadikan ASIP jika ASI Moms masih sedikit. Pastikan dulu kebutuhan bayi terpenuhi dengan mengontrol berat badannya. Jika berat badannya naik, dan ASI Moms sudah dapat dikatakan "banjir" baru Moms bisa membuat ASIP.
Memompa ASI untuk Dijadikan ASIPSebagai ibu yang bekerja di rumah, apalagi jika tidak tinggal dengan orangtua atau mertua ditambah tidak menggunakan jasa pekerja rumah tangga, pasti banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Belum lagi di minggu-minggu pertama, para new Mom akan merasakan "mombie" , di mana di pagi hari tingkah laku dan mata seperti zombie karena si Kecil tengah malam selalu bangun sehingga jam tidur akan terganggu, dan bahkan bisa mengakibatkan Moms menjadi sakit. Nah di situlah Moms bisa gunakan ASIP yang telah ada di kulkas sebelumnya. Jadi walaupun kondisi Moms kurang fit, Moms tetap bisa memberikan ASI untuk si Kecil.
Agar Moms Bisa Me TimeMe time sangat perlu untuk Moms, apalagi untuk Moms yang bekerja seharian di rumah, yang tidak ada lagi namanya hang out dengan rekan kantor. Namanya me time, itu berarti melakukan kegiatan yang kita sukai tanpa diganggu oleh siapapun termasuk si Kecil. Lalu bagaimana caranya meninggalkan bayi dengan aman tanpa mengganggu me time kita?Moms bisa meminta bantuan suami, orangtua atau mertua untuk menjaga bayi kita sebentar. Moms bisa menghangatkan ASI yang ada di kulkas sebelum meninggalkan si Kecil. Dan memberitahukan bahwa kita telah memiliki stock ASI dan bisa dihangatkan sebelum diberikan kepada si Kecil.
Membuat Cadangan ASIMinggu-minggu pertama mungkin ASI kita belum "banjir". Tetapi jika kita terus direct breast feeding, bahkan makan makanan ASI booster makin lama ASI kita akan "banjir" bahkan merembes-rembes ke baju. Duh, sayang sekali bukan? Apalagi bau ASI itu sangat tidak enak sekali. Jika ASI Moms sudah "banjir" Moms bisa memompa ASI dan dijadikan ASIP.
Mengosongkan PayudaraKetika si Kecil minum ASI langsung dari payudara kita, yang terminum kurang lebih hanya 60% saja, itu berarti masih ada 40% di payudara kita. Moms bisa memompa ASI dan jangan menunggu si Kecil minta minum lagi karena jika menunggu lama, payudara akan menjadi kencang dan keras. Akibatnya, akan menjadi sakit dan menghambat ASI untuk keluar. Dan yang paling parah jika tidak mengeluarkan ASI Moms akan merasakan nyeri dan panas dingin, dan dampak buruk nya akan mengakibatkan mastitis.
Jadi pompa ASI itu tidak hanya dibutuhkan untuk working Mom saja, sebagai full Mom saya sangat merasakan manfaat mempunyai pompa ASI. Yuk Moms, jangan malas untuk pumping.
Semoga bermanfaat.
By: Maya Rani
Copyright by Babyologist
