Konten dari Pengguna

Perlukah Teether untuk Bayi?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perlukah Teether untuk Bayi?
zoom-in-whitePerbesar

Sebagian Moms mungkin masih asing dengan Teether. Teether adalah mainan gigitan bayi yang digunakan sebagai mainan dan juga bisa berfungsi untuk merangsang pertumbuhan gigi bayi di usia 5-6 bulan ke atas. Teether membantu mengurangi rasa nyeri dan gatal pada gusi saat gigi bayi mulai tumbuh. Dengan menggigit sesuatu maka bayi merasa lebih nyaman.

Pertama kali saya memberikan teether pada saat bayi saya memasuki fase oral. Di mana bayi saya mulai sering memasukan benda-benda yang ada di dekatnya ke dalam mulut. Seringkali dia memasukkan semua jari-jari tangannya ke dalam mulut sampai merasa mual dan mau muntah. Teman saya menganjurkan untuk memberikan teether kepada bayi saya.

Bayi saya pun cukup menyukai teether hijau berbentuk apel yang saya beli secara online. Sekarang di usianya yang sudah 6 bulan bayi saya sudah memiliki 3 gigi bawah serta 2 gigi atas. Banyak yang bilang pertumbuhan gigi anak saya cukup cepat karena ada beberapa bayi dari teman atau kerabat yang sampai di usia 1 tahun hanya memiliki 2 atau bahkan belum tumbuh gigi sama sekali.

Saya sempat berfikir apakah pertumbuhan gigi bayi saya yang relatif cepat akibat kebiasaannya menggigit teether. Tapi saya percaya sepenuhnya bahwa setiap bayi memang memiliki perkembangan yang berbeda-beda.

Berdasarkan sebuah artikel yang pernah saya baca menurut seorang dokter gigi teether tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan gigi karena teether hanya membantu mengurangi rasa gatal di gusi saat tumbuh gigi. Its ok toh awalnya saya memberikan teether bukan dengan tujuan agar gigi bayi saya cepat tumbuh namun sebagai mainan untuk mengurangi kebiasaannya memasukan jari tangan bisa berkurang.

Ada banyak jenis, material, warna dan bentuk teether yang beredar di pasaran. Namun yang perlu Moms perhatikan saat memilih teether pastikan terbuat dari bahan yang aman bebas dari toxic dan BPA. Jangan tergiur harga murah karena dikhawatirkan mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan bayi.

Ada baiknya sterilkan terlebih dahulu teether yang akan Anda berikan kepada si Kecil. Pastikan juga menyimpan teether di tempat yang bersih dan terlindung dari kotoran dan kuman serta pastikan ukuran teether yang Moms beli sesuai dengan mulut bayi Anda.

Perlu atau tidaknya memberikan teether kembali kepada pilihan Moms masing-masing. Bayi saya pribadi teether cukup membantu setidaknya fase oral si Kecil tidak terganggu serta lebih aman.

Semoga bermanfaat.

By: Kurniati Solekha

Copyright by Babyologist