Konten dari Pengguna

Pernah Dengar Suara Gelembung Udara di Dalam Botol? Ini Sebabnya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah Moms mendengar suara gelembung udara di dalam botol susu? Suara gelembung tersebut biasanya terdengar ketika si Kecil minum susu dari botol. Ternyata, gelembung pada botol susu menandakan adanya udara dalam botol tersebut. Munculnya gelembung udara tersebut disebabkan oleh proses oksidasi antara gas dan susu usai Moms mengocok susu.

Meski terlihat biasa saja, ternyata suara gelembung-gelembung udara tersebut dapat membahayakan si Kecil, Moms. Proses oksidasi susu dan udara dapat meningkatkan resiko tersedak, masuknya air liur ke dalam susu, masuk angin, perut kembung, bayi cegukan, hingga kolik. Tak hanya menyebabkan perut kembung hingga kolik, ternyata gelembung udara juga dapat membuat kadar vitamin dalam susu menurun secara drastis. 

Untuk mencegah masuknya udara, Moms dapat memilih botol susu bayi khusus, salah satunya adalah botol susu dengan sistem ventilasi internal. Ventilasi atau vent dapat mencegah udara tertelan oleh bayi. Dengan mencegah udara tertelan berarti mengurangi resiko bayi mengalami kembung dan kolik. Tak hanya dapat mengurangi resiko kolik, botol susu yang dilengkapi internal vent system memiliki efek vakum untuk memastikan semua nutrisi penting dalam ASI ataupun susu formula tetap dipertahankan. 

Selain memilih botol dengan sistem ventilasi, Moms juga dapat memperkecil jumlah gelembung dalam botol dengan cara lain. Para ahli menyarankan dalam pembuatan susu formula, Moms diharapkan untuk tidak mengocok susu namun mengaduknya dengan sendok atau sumpit hingga tercampur. Mengocok botol susu, terutama secara horizontal, dapat menyebabkan timbulnya banyak gelembung udara yang dapat menyebabkan si Kecil kolik.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist

Copyright by Babyologist